Konten dari Pengguna

Apa Itu Politik, dan Mengapa Dipandang Selalu Buruk?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andrian Abdi Nugraha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Pribadi: Ilustrasi Politik di Mata Masyarakat.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Pribadi: Ilustrasi Politik di Mata Masyarakat.

Banyak orang merasa alergi ketika mendengar kata “politik”. Kata ini sering kali diasosiasikan dengan perebutan kekuasaan, intrik, korupsi, atau janji-janji kosong para elit. Tak jarang, politik dianggap kotor dan hanya menguntungkan segelintir orang. Namun, benarkah politik pada dasarnya buruk? Atau sebenarnya, politik memiliki makna yang jauh lebih mulia daripada yang sering kita bayangkan?

Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita kembali pada pengertian dasarnya.

Pengertian Politik

Pada pengertian umumnya, politik dapat dikatakan sebagai usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik bagi sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.

Meminjam rumusan Peter Merkl dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Politik karya Prof. Miriam Budiardjo: “Politics, at its best, is a noble quest for a good order and justice” — atau, politik dalam bentuk yang paling baik adalah usaha untuk mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan.

Politik, Kekuasaan, dan Kebijakan Publik

Dalam politik, untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang mencakup pengaturan dan alokasi dari sumber daya alam, perlu dimilikinya kekuasaan (power) dan wewenang (authority). Kekuasaan ini akan dipakai untuk membuat dan membina kerja sama atau menyelesaikan suatu konflik yang timbul.

Implementasi dari hal tadi dapat dilakukan dengan cara-cara yang bersifat persuasif (meyakinkan) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Kenapa ada unsur paksaan? Tanpa unsur paksaan, kebijakan hanya akan menjadi perumusan keinginan belaka, dan pada dasarnya kebijakan yang dibuat semata-mata demi kepentingan kolektif untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik.

Politik dan Sifat Dasar Manusia

Namun, tidak dapat disangkal bahwa dalam suatu kebijakan maupun dalam pelaksanaannya, selalu terdapat nilai-nilai positif dan negatif. Mengapa demikian? Karena politik mencerminkan manusia itu sendiri, baik maupun buruknya.

Dalam buku Pengantar Analisa Politik karya David E. Apter disebutkan bahwa perasaan manusia beraneka ragam sifatnya, sangat mendalam, dan sering kali bertentangan. Perasaan itu mencakup rasa cinta, benci, setia, bangga, malu, dan marah.

Mengapa Politik Sering Dipandang Buruk?

Tak mengherankan dalam realitasnya kita sering kali menemukan banyaknya kegiatan yang tidak terpuji, atau seperti yang dirumuskan oleh Peter Merkl dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Politik karya Prof. Miriam Budiardjo: “Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches” — atau, politik dalam bentuk yang paling buruk adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan untuk kepentingan diri sendiri.

Kesimpulan: Politik dan Tanggung Jawab Kita

Bukan politik yang buruk, tetapi para pelaksananya yang buruk. Politik ada karena kita saling membutuhkan, seperti yang dikatakan oleh Aristoteles, bahwa manusia adalah zoon politikon — atau, hewan yang berpolitik.

Maka dari itu, kita sebagai manusia perlunya belajar dan memahami politik, dikarenakan semua hal yang kita lakukan, semua hal yang kini terjadi dengan kita itu semua disebabkan oleh politik. Kalau bukan kita sendiri, siapa yang menolong kita ketika kita dikuasai oleh pemimpin yang buruk? Jadi, ayo kita terus belajar untuk masa depan kita semua yang lebih baik.

Memahami politik sama dengan menyayangi dunia.