IDX Channel Anugerah ESG 2025 Sisi Lain Bisnis yang Bikin Optimis

ESG Practitioner - IR & PR Specialist - Content Development and Research Analyst - Driving Strategic Communication at Indonesia Company
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Andryanto EN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada yang berbeda di Main Hall Bursa Efek Indonesia, 4 Juli 2025 Jumat malam lalu. Ruangan yang biasanya penuh dengan hiruk-pikuk transaksi saham, berubah jadi panggung apresiasi untuk para pelaku bisnis yang peduli pada masa depan bumi dan masyarakat. IDX Channel Anugerah ESG 2025 kembali digelar, kali ini mengusung tema “Navigating ESG in Global Economy Uncertainty”. Tema ini terasa pas, mengingat dunia bisnis sedang diuji oleh ketidakpastian global, mulai dari isu geopolitik sampai perubahan iklim.
Syafril Nasution, CEO IDX Channel, membuka acara dengan pesan yang menohok: “ESG sekarang bukan cuma tren, tapi sudah jadi kompetensi inti perusahaan yang mau bertahan.” Kata-katanya jadi pengingat, bahwa bisnis yang sukses hari ini adalah yang berani berinovasi dan peduli pada lingkungan, sosial, serta tata kelola.
Proses penjurian tahun ini super ketat. Tiga juri : Wahyu T. Setyobudi dari BINUS Business School, Mas Achmad Daniri, dan M. Rizky Zein, menyaring puluhan kandidat dengan empat kriteria utama: lingkungan, sosial, tata kelola, dan inovasi keuangan berkelanjutan. Hasilnya? Banyak cerita inspiratif yang layak diangkat.
Sebut saja PT Panorama Sentra Wisata Tbk yang konsisten membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan, PT FKS Food Sejahtera Tbk yang sukses mengintegrasikan ESG di industri makanan, sampai PT Samudra Indonesia Tbk dengan framework ESG yang jadi acuan. Ada juga PT AKR Corporindo Tbk yang berani mengusung strategi “Beyond Growth”, serta PT Asuransi Astra Buana yang aktif menggerakkan empat pilar keberlanjutan.
Di sektor keuangan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) jadi sorotan berkat ekosistem keuangan ultra mikro yang mereka bangun. Bank Mandiri, BRI, Mandiri Tunas Finance, dan BNI juga tampil dengan inisiatif-inisiatif hijau yang makin relevan di tengah isu lingkungan.
Sektor energi dan pertambangan tak kalah seru. Harita Nikel dan Pertamina sama-sama tampil dengan roadmap berkelanjutan dan pengembangan ekosistem energi hijau. Sementara itu, XL Axiata dan PLN Indonesia Power unjuk gigi lewat digitalisasi dan energi bersih.
Unilever Indonesia jadi bintang malam itu. Tak tanggung-tanggung, mereka membawa pulang dua penghargaan sekaligus satu untuk inisiatif lingkungan yang adil dan inklusif, satu lagi untuk program pengumpulan dan pengolahan sampah plastik yang berhasil mengumpulkan lebih dari 90.000 ton plastik. PwC Indonesia dan Primaverse Sendirian Berhad juga mendapat pengakuan atas kontribusi mereka dalam pengembangan bisnis hijau.
Di kategori utama, Bank CIMB Niaga, Insight Investment Management, dan CGS International Sekuritas Indonesia dinobatkan berkat strategi ESG yang berdampak. Voltron Indonesia (Exelly Elektrik Indonesia) juga mencuri perhatian lewat pembangunan ekosistem transportasi hijau yang kini sudah punya lebih dari 420 titik pengisian daya.
PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya Beton, Telkom Indonesia, dan Jasa Marga menunjukkan komitmen mereka dalam implementasi ESG di sektor infrastruktur. PT Rukun Raharja dengan program pendidikan Pintar Raharja, PT Medela Potentia lewat armada kendaraan listrik ramah lingkungan, dan Erajaya Swasembada dengan program gadget berkelanjutan, semuanya jadi bukti kalau inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan.
Di sektor transportasi dan logistik, Pertamina Trans Kontinental dan Pertamina International Shipping menonjol dengan komitmen terhadap industri maritim dan pelayaran hijau menuju Net Zero Emission 2050.
Tak hanya perusahaan, penghargaan juga diberikan untuk individu. Evilia Kusumadewi, Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, dinobatkan sebagai Pemimpin ESG Wanita Inspiratif. Ia sukses mendorong kesetaraan gender di sektor pelayaran, bahkan sampai ke posisi kapten kapal—sebuah pencapaian yang jarang terdengar di industri ini.
Beberapa inisiatif yang paling menyita perhatian datang dari PT Medela Potentia yang sudah mengoperasikan 106 kendaraan listrik dan berhasil memangkas emisi karbon hingga 5% serta konsumsi BBM sebesar 30% pada 2024. Unilever Indonesia juga patut diacungi jempol setelah berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 90.000 ton plastik, serta mendorong ekonomi sirkular. PLN Indonesia Power pun punya target ambisius: menurunkan emisi karbon sebesar 37 juta metrik ton CO₂ hingga 2030 lewat pembangkit energi terbarukan.
IDX Channel Anugerah ESG 2025 bukan sekadar seremoni, tapi juga ajang berbagi inspirasi. Dengan 32 penghargaan yang dibagikan, acara ini membuktikan bahwa masa depan bisnis Indonesia ada di tangan mereka yang berani berinovasi dan peduli pada keberlanjutan. Selamat untuk para pemenang, semoga semangat ESG makin menular ke seluruh penjuru industri!
