Konten dari Pengguna

Work dan Personal dalam Dunia Kerja: Mengapa Karyawan Tidak Bertahan?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anfasa Praditaningrum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: dokumentasi pribadi

Di tengah persaingan dunia kerja saat ini, banyak perusahaan berlomba-lomba menawarkan gaji yang kompetitif, tunjangan menarik, hingga berbagai fasilitas untuk mempertahankan karyawannya. Namun, kenyataannya masih banyak karyawan yang memilih mengundurkan diri meskipun bekerja di perusahaan yang dianggap "ideal".

Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan seseorang untuk bertahan di sebuah perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pekerjaan (work), tetapi juga oleh kehidupan pribadi (personal) serta kesesuaian antara keduanya. Ketika pekerjaan mulai bertentangan dengan nilai, tujuan, atau kebutuhan pribadi, keinginan untuk mencari tempat kerja lain pun semakin besar.

Ketika Work dan Personal Tidak Lagi Sejalan

Bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas atau memperoleh penghasilan. Setiap individu memiliki nilai, tujuan hidup, serta prioritas yang berbeda. Ada yang mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, ada yang lebih menghargai kesempatan belajar, sementara yang lain mencari lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan komunikasi.

Masalah muncul ketika tuntutan pekerjaan tidak lagi selaras dengan kebutuhan personal. Jam kerja yang berlebihan, budaya kerja yang kurang sehat, atau lingkungan yang tidak sesuai dengan nilai pribadi dapat membuat seseorang kehilangan motivasi. Dalam kondisi seperti ini, gaji yang tinggi sekalipun belum tentu mampu membuat karyawan bertahan.

Pentingnya Kesesuaian antara Individu dan Organisasi

Dalam ilmu manajemen sumber daya manusia, kondisi tersebut dikenal sebagai Person–Organization Fit (P-O Fit), yaitu tingkat kesesuaian antara nilai, karakteristik, dan tujuan individu dengan budaya serta nilai yang dimiliki organisasi.

Ketika seorang karyawan merasa cocok dengan budaya perusahaan, ia cenderung lebih nyaman bekerja, memiliki komitmen yang tinggi, dan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja. Sebaliknya, apabila nilai pribadi bertentangan dengan budaya organisasi, karyawan dapat merasa tidak berkembang, kehilangan semangat, bahkan mulai mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Dengan kata lain, kemampuan yang tinggi saja belum cukup. Kesesuaian antara aspek work dan personal juga menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang akan bertahan atau memilih mencari peluang di tempat lain.

Work dan Personal: Mengapa Banyak Karyawan Memilih Resign?

Keputusan untuk resign sering kali dianggap sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap gaji. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti lingkungan kerja, hubungan dengan atasan, kesempatan berkembang, hingga kesesuaian nilai dengan organisasi.

Ketika pekerjaan mulai mengganggu kehidupan personal atau perusahaan tidak memberikan lingkungan yang sesuai dengan harapan karyawan, rasa memiliki terhadap organisasi perlahan akan berkurang. Akibatnya, motivasi menurun, produktivitas ikut terdampak, dan keinginan untuk mencari pekerjaan baru semakin meningkat.

Oleh karena itu, mempertahankan karyawan tidak cukup hanya dengan memberikan kompensasi yang menarik. Perusahaan juga perlu membangun budaya kerja yang sehat, komunikasi yang terbuka, serta lingkungan yang mampu menghargai kebutuhan personal setiap individu.

Penutup

Di era kerja modern, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh kemampuannya menciptakan hubungan yang selaras antara aspek work dan personal para karyawannya. Ketika pekerjaan mampu mendukung nilai serta tujuan hidup seseorang, komitmen dan loyalitas akan tumbuh secara alami.

Bagi pencari kerja, memilih perusahaan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya gaji atau popularitas nama perusahaan. Memahami budaya organisasi dan memastikan kesesuaiannya dengan nilai pribadi merupakan langkah penting untuk membangun karier yang lebih bermakna dan berkelanjutan. Pada akhirnya, karyawan yang bertahan bukan selalu mereka yang memperoleh bayaran paling tinggi, melainkan mereka yang menemukan tempat kerja yang benar-benar sesuai dengan dirinya.