Konten dari Pengguna

Freedive, Cabang Olahraga yang Mulai Digemari Para Gen Z

Angeline Viana Aulia

Angeline Viana Aulia

Mahasiswa Universitas Pamulang Angkatan 2023

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Angeline Viana Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto asli milik angeline saat latihan freedive bersama coach
zoom-in-whitePerbesar
foto asli milik angeline saat latihan freedive bersama coach

Di tengah banyaknya pilihan aktivitas yang bisa dilakukan di waktu luang, generasi Z mulai mencari hobi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman baru. Salah satunya adalah freediving atau menyelam bebas.

Olahraga yang dilakukan dengan menahan napas dan menyelam ke dalam air ini mulai menarik perhatian karena menawarkan pengalaman yang berbeda sekaligus menantang.

Bagi sebagian orang, freediving mungkin terlihat seperti aktivitas yang hanya mengandalkan kemampuan menahan napas. Namun, sebenarnya olahraga ini membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Freediving mengajarkan seseorang untuk mengenali kemampuan tubuh, mengatur pernapasan, menjaga ketenangan, serta mengendalikan diri ketika berada di dalam air.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan freediving dapat menjadi hobi yang positif bagi anak muda. Di tengah rutinitas sekolah, kuliah, maupun pekerjaan yang terkadang membuat seseorang merasa jenuh, melakukan aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Freediving juga dapat memberikan pengalaman untuk lebih dekat dengan alam, khususnya lingkungan bawah laut.

Selain sebagai kegiatan rekreasi, freediving juga memiliki nilai edukasi. Seseorang yang ingin menekuni olahraga ini perlu memahami berbagai hal mengenai keselamatan di air, teknik pernapasan, kondisi tubuh, hingga pentingnya melakukan penyelaman bersama orang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Dengan begitu, freediving tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan hanya karena mengikuti tren di media sosial.

Dari sisi mental, freediving juga mengajarkan pentingnya ketenangan dan konsentrasi. Ketika berada di dalam air, seseorang perlu mengendalikan rasa panik dan tetap fokus pada teknik yang telah dipelajari. Proses tersebut dapat menjadi pembelajaran bahwa melakukan sesuatu dengan tenang dan tidak terburu-buru merupakan hal yang penting, termasuk dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Gen Z, freediving juga dapat menjadi wadah untuk membangun komunitas dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Hobi yang awalnya dilakukan untuk mencari pengalaman baru dapat berkembang menjadi kegiatan sosial yang memperluas pertemanan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Meski demikian, freediving tetap merupakan olahraga yang memiliki risiko sehingga aspek keselamatan harus menjadi prioritas. Pemula sebaiknya mendapatkan edukasi dan pelatihan dari instruktur yang kompeten serta tidak melakukan penyelaman seorang diri. Dengan pengetahuan dan pendampingan yang tepat, freediving dapat menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus memberikan banyak pembelajaran.

Pada akhirnya, tren freediving di kalangan anak muda tidak harus dipandang hanya sebagai aktivitas untuk mengikuti gaya hidup. Jika dilakukan dengan pengetahuan dan cara yang tepat, freediving dapat menjadi kegiatan positif yang menggabungkan olahraga, rekreasi, edukasi, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap lingkungan. Bagi Gen Z yang ingin mencoba pengalaman baru, freediving bisa menjadi salah satu pilihan hobi yang tidak hanya seru, tetapi juga memberikan pelajaran di setiap penyelamannya.

Freediving juga menarik untuk dipandang sebagai aktivitas yang melatih pengendalian diri dan konsentrasi. Penelitian mengenai breath-hold diving menunjukkan bahwa aktivitas ini melibatkan berbagai respons fisiologis tubuh, termasuk perubahan pada sistem kardiovaskular, pernapasan, dan neurologis. Sebuah kajian ilmiah terbaru yang diterbitkan pada 2026 menjelaskan bahwa freediving merupakan aktivitas yang memberikan tantangan fisiologis cukup kompleks sehingga latihan dan pemahaman mengenai keselamatan menjadi bagian penting dalam aktivitas tersebut. (PubMed⁠)

Penelitian lain oleh Chmura dan rekan-rekan juga mengamati perubahan respons psikomotor dan hormon setelah aktivitas freediving. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan pada beberapa respons fisiologis setelah penyelaman, sekaligus menekankan bahwa perubahan kemampuan respons selama freediving perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko bagi penyelam. (PubMed) Dengan demikian, freediving tidak hanya dapat dilihat sebagai hobi untuk menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga sebagai aktivitas yang membutuhkan disiplin, konsentrasi, pengetahuan, dan kesadaran terhadap keselamatan.