Cerdas Berdigital: Mahasiswa FBD UB 54 Dampingi Siswa SD Hadapi KSBE

Mahasiswa Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Angeline Lee tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Malang — Mahasiswa KKN FISIP Universitas Brawijaya dari Kelompok 54 menggelar edukasi bertajuk “Cerdas Berdigital, Bebas Ancaman Seksual” di SD Negeri 02 Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Senin (21/07/2025).

Program ini menyasar siswa kelas 4 hingga 6 dengan tujuan memberikan pemahaman dasar tentang bahaya kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif terhadap maraknya kasus kekerasan seksual digital yang kini menyasar anak-anak.
Berlangsung selama lebih dari satu jam, edukasi ini dikemas dalam bentuk diskusi kelompok kecil (FGD) agar suasana lebih nyaman dan siswa dapat lebih leluasa menyampaikan pendapat. Setiap kelompok dipandu oleh dua mahasiswa fasilitator, dengan media berupa slide menarik di iPad atau laptop untuk mendukung visualisasi materi.
Melingkar dan Bercerita, Anak-Anak Belajar Lindungi Diri
Materi disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan usia siswa. Beberapa poin utama yang dibahas adalah:
Mengenal area pribadi tubuh
Menjaga privasi saat bermain internet
Mengenali ajakan mencurigakan dari orang asing secara online
Keberanian untuk berkata “tidak” dan segera melapor kepada orang dewasa terpercaya.
Respons siswa pun sangat beragam. Di awal sesi, sebagian terlihat malu-malu atau menahan tawa, namun seiring berjalannya diskusi, mereka mulai serius menyimak bahkan mulai terbuka bercerita.
“Aku pernah buat video TikTok, terus ada cowok gede yang ngechat minta fotoku,” ungkap salah satu siswa perempuan.
Ungkapan tersebut menjadi bukti bahwa meskipun masih anak-anak, mereka sudah bersinggungan langsung dengan risiko kekerasan seksual digital.
Sticker, Poster, dan Papan Ekspresi Sebagai Pengingat
Sebagai bentuk penguatan dari materi yang disampaikan, Kelompok 54 FBD UB membagikan sticker bertuliskan “Aku Berani Lindungi Diriku” kepada seluruh siswa. Sticker ini dirancang agar bisa ditempel di buku catatan masing-masing sebagai pengingat sederhana namun kuat bahwa mereka punya hak untuk melindungi diri dan berkata tidak.
Tak hanya itu, Kelompok 54 FBD UB juga menyusun poster edukatif berisi langkah-langkah melindungi diri dari kekerasan seksual berbasis digital. Poster ini diserahkan kepada pihak sekolah untuk ditempel di ruang kelas atau papan informasi agar dapat terus dilihat dan dipelajari oleh siswa lainnya.
Sebagai penutup kegiatan, disiapkan pula sebuah papan ekspresi, di mana siswa dapat menuliskan harapan, pendapat, atau pesan pribadi mereka tentang materi yang baru saja mereka pelajari. Media ini menjadi ruang refleksi sekaligus bukti bahwa anak-anak memiliki suara dan pandangan yang perlu dihargai.
