Konten dari Pengguna

Inovasi Kreatif Eduwisata Untuk Wisata Gentong Mas Oleh Kelompok 20 KKN FISIP UB

Angelique Kishiola Prima F

Angelique Kishiola Prima F

Mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Angelique Kishiola Prima F tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan cara pembuatan lilin aroma terapi bersama di Wisata Gentong Mas, Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan cara pembuatan lilin aroma terapi bersama di Wisata Gentong Mas, Sumber: Dokumentasi Pribadi

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) yang tergabung sebagai Kelompok 20 FBD KOMPAK FISIP UB telah melaksanakan kegiatan KKN di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, dengan membawa inovasi untuk perkembangan tempat wisata lokal yaitu Wisata Gentong Mas dalam bentuk pelatihan cara membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk paket eduwisata serta poster tata cara membuat lilin aromaterapi.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh potensi eduwisata di Desa Sukolilo yang kaya akan sumber daya lokal dan solusi untuk meningkatkan kenyamanan tempat wisata serta mendaur ulang banyaknya minyak jelantah. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa kelompok 20 KKN FISIP UB menggagas kegiatan pelatihan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus menambah daya tarik wisata edukatif di kawasan tersebut serta membantu Wisata Gentong Mas untuk membuat paket tiket masuk dengan bonus lilin aroma terapi.

“Kami ingin memperkenalkan kegiatan yang mudah diterapkan oleh masyarakat, tapi juga punya nilai ekonomi dan edukasi tinggi. Lilin aromaterapi dari minyak jelantah adalah salah satunya, karena bisa memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai jual,” ujar perwakilan mahasiswa dari Kelompok 20 FBD KOMPAK FISIP UB. Lilin yang dihasilkan dari kegiatan ini memiliki berbagai aroma menyegarkan seperti lavender, melati, dan mawar. Selain menarik sebagai souvenir, lilin ini juga diharapkan dapat menjadi cikal bakal produk lokal khas Desa Sukolilo.

Selama pelatihan, staff Wisata Gentong Mas tidak hanya diajarkan cara membuat lilin dari minyak jelantah, tetapi juga diberikan panduan visual berupa poster langkah-langkah pembuatannya. Poster tersebut dirancang agar mudah dipahami dan bisa dipasang di area wisata sebagai bagian dari paket eduwisata di Wisata Gentong Mas—tempat wisata unggulan Desa Sukolilo.

Poster cara pembuatan lilin aroma terapi

Selain itu visual dari poster ini juga menarik sehingga dapat membantu para staf dari Wisata Gentong Mas. Penggunaan warna dan elemen dalam poster juga memikat dan nyaman dipandang sehingga dalam proses edukasi serta pembuatan lilin terasa lebih menyenangkan bagi pengunjung.

“Dengan adanya pelatihan dan poster ini, kami berharap wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar membuat lilin sendiri. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi Wisata Gentong Mas sebagai destinasi wisata edukatif,” tambah mahasiswa tersebut.

Poster dan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kelompok 20 FBD KOMPAK FISIP UB dalam mendukung pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi antar fakultas dan desa, diharapkan dapat menginspirasi dan menimbulkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat lokal sebagai pelaku wisata yang mandiri.

Dengan semangat pemberdayaan dan kreativitas, para mahasiswa FISIP UB membuktikan bahwa kegiatan KKN dapat menjadi ruang nyata bagi kolaborasi, inovasi, dan perubahan yang berdampak langsung di tengah masyarakat.