Konten dari Pengguna

Kelas Interaktif: Mahasiswa FBD 49 Edukasi Generasi Muda Terampil di Masa Depan

Angely Salwa Rahmaliyah

Angely Salwa Rahmaliyah

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Angely Salwa Rahmaliyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tiga Mahasiswa FBD kelompok 49: Angely Salwa Rahmaliyah; Firmansyah Sandy Gumulya; dan Hanifah Mardhatillah, telah berhasil melaksanakan 3 rangkaian program kerja di dua Sekolah Dasar. Dua sekolah tersebut meliputi SDN 1 Tulungrejo dan SDN 2 Tulungrejo yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Foto bersama siswa-siswi di SDN 1 Tulungrejo. Foto dari Angely Salwa Rahmaliyah
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama siswa-siswi di SDN 1 Tulungrejo. Foto dari Angely Salwa Rahmaliyah

Di sela-sela kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada tahun ajaran baru, mahasiswa FISIP Bakti Desa (FBD) Universitas Brawijaya kelompok 49 berinisiatif untuk menyisipkan rangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman umum mengenai permasalahan lingkungan, emosi, serta literasi kepada siswa-siswi Sekolah Dasar. Rangkaian ini dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 15, 16, dan 18 Juli 2025 di SDN 2 Tulungrejo. Dan dilaksanakan dalam satu hari, tepatnya pada tanggal 23 Juli 2025 di SDN 1 Tulungrejo.

1. Pekan Komprehensif Cerita

Pada program kerja yang pertama, kami mengajak para siswa untuk mengasah kemampuan literasi mereka melalui kegiatan sosialisasi yang interaktif, khususnya dalam konteks membaca dan menulis. Komprehensif dapat diartikan sebagai kemampuan dalam menerima dan mengelola sebuah informasi secara baik, utuh, dan menyeluruh. Dalam kegiatan ini, kami melatih kemampuan komprehensif siswa dengan bahan ajar berupa cerita rakyat. Penggunaan bahan ajar tersebut sekaligus bertujuan untuk melestarikan eksistensi cerita rakyat di kalangan anak-anak.

Output atau karya yang dihasilkan dari program kerja ini adalah poster yang berjudul “Generasi Muda Melek Literasi” yang berisi informasi umum mengenai pentingnya literasi, manfaat literasi, serta bagaimana cara meningkatkan literasi. Kegiatan unik dan seru yang ditemukan pada program kerja ini adalah pengenalan metode belajar berupa storytelling yang dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi serta meningkatkan kepercayaan diri.

Poster "Generasi Muda Melek Literasi". Foto oleh Angely Salwa Rahmaliyah, edited on Canva.

Pada pengenalan awal, kami mencoba untuk mengajarkan bagaimana metode storytelling secara sederhana dengan memperhatikan intonasi, gestur tubuh, serta ekspresi muka yang menarik ketika bercerita. Agar kegiatan edukasi ini lebih menarik, siswa diberikan penugasan untuk belajar menceritakan salah satu cerita rakyat di depan kelas dan menyebutkan cerita moral atau pelajaran hidup yang dapat diambil dari cerita tersebut. Selain itu, kami juga mengadakan sesi bermain game di mana para siswa harus menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan video animasi cerita rakyat yang telah ditayangkan.

Kegiatan Edukasi pada Siswa Kelas 4, 5, dan 6 di SDN 1 Tulungrejo. Foto oleh Angely Salwa Rahmaliyah
Kegiatan Edukasi pada Siswa Kelas 5 di SDN 2 Tulungrejo. Foto oleh Angely Salwa Rahmaliyah

Kegiatan ini mendapatkan reaksi yang positif dari para siswa dan memberikan pengalaman yang seru ketika edukasi yang diberikan didampingi dengan praktik serta permainan yang interaktif. Selain itu, dalam upaya mendukung kegiatan tersebut, kami juga berinisiatif untuk mendonasikan sejumlah masing-masing 5 buku pada 2 Sekolah Dasar yang ada di desa Tulungrejo. Diharapkan buku-buku yang telah diberikan dapat menjadi semangat baru bagi para siswa untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasinya.

2. Sosialisasi Edukatif Mari Kenali Sampah

Berikutnya, program kerja sosialisasi edukatif “Mari Kenali Sampah” menjadi salah satu program yang berupaya memperkenalkan siswa-siswi Sekolah Dasar di Desa Tulungrejo kepada kondisi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, terlebih khususnya terkait sampah. Diharapkan melalui sosialisasi edukatif ini, setidaknya para siswa-siswi sudah mampu memilah jenis-jenis sampah yang sekiranya dapat dikelola kembali seperti halnya sampah organik dan sebagainya. Untuk target sasaran dari program kerja sosialisasi ini adalah siswa-siswi kelas 4, 5, hingga kelas 6 Sekolah Dasar yang pada pelaksanaannya melibatkan instansi pendidikan formal di antaranya SDN 1 Tulungrejo dan SDN 2 Tulungrejo.

Program ini memiliki tujuan penting untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan di sekitar mereka, khususnya mengenai keberadaan sampah, jenis-jenis sampah, hingga produk bernilai jual yang dapat dihasilkan dari sampah itu sendiri. Selain itu, kami harap program ini sekaligus mengembangkan semangat kreativitas siswa-siswi Sekolah Dasar bahwa sampai tidak melulu bernilai negatif. Akan tetapi, sampah juga mampu diolah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi melalui sistem daur ulang.

Kegiatan Sosialisasi Edukatif kepada Siswa-siswi SDN 1 Tulungrejo. Foto oleh Firmansyah Sandy Gumulya
Kegiatan Sosialisasi Edukatif kepada Siswa-siswi SDN 2 Tulungrejo. Foto oleh Firmansyah Sandy Gumulya

Agar suasana kelas lebih interaktif, diadakan sesi tanya jawab yang dilanjutkan dengan game interaktif berupa tebak-tebakan produk daur ulang yang berbahan dasar sampah. Melalui program kerja ini, kami dapat melihat sejauh mana tingkat pemahaman siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 mengenai sampah beserta cara pengelolaannya. Lebih lanjut, mereka sangat antusias dengan program kerja perihal sampah dan lingkungan ini. Bahkan beberapa dari mereka berani untuk menyampaikan pendapat terkait permasalahan sampah. Tak lupa di tengah-tengah sosialisasi, kami memberikan gambaran mengenai regulasi maupun undang-undang yang mengatur pengelolaan sampah sebagai bentuk landasan hukum yang berlaku. UU yang sebagaimana dimaksud adalah UU Nomor 18 Tahun 2008 yang di mana regulasi ini mengatur segala pengelolaan sampah, termasuk tujuan, tugas pemerintah, prinsip dan juga sanksi tentang pengelolaan sampah.

Perdalam Pemahaman Materi Melalui Media Visual, Infografis “Mari Kenali Sampah”

Lebih lanjut bahwasanya kegiatan sosialisasi edukatif ini tidak hanya sebatas melalui materi langsung di dalam kelas saja. Kehadiran infografis yang menarik dengan kesan penulisan yang mudah dipahami oleh siswa-siswi berhasil membawa nilai tambah tersendiri. Dimana infografis tersebut memuat informasi seputar sampah, layaknya prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle), alasan urgensi pengelolaan sampah, serta contoh nyata produk daur ulang yang bernilai guna dan ekonomis. Dengan adanya infografis tersebut, siswa-siswi semakin tertarik dan fokus untuk memperhatikan lebih lanjut tentang materi yang disampaikan oleh mahasiswa. Pemilihan infografis bukan tanpa alasan, infografis dipilih sebab informasi yang disampaikan lebih mudah ditangkap oleh siswa-siswi seusia kelas 4, 5, dan 6. Tidak semua anak dapat belajar dengan cara yang sama bahkan beberapa diantaranya butuh gaya belajar visual misalnya dapat melalui infografis.

Bahkan melalui infografis yang telah disebutkan sukses menghidupkan dialog interaktif di dalam kelas, baik itu dialog dengan mahasiswa yang memberikan materi maupun sesama siswa-siswi sekalipun. Hal ini menciptakan suasana kelas yang lebih hidup juga partisipatif, di mana proses belajar tidak lagi bersifat satu arah. Dapat dikatakan dengan adanya media visual seperti halnya infografis ini mampu memantik semangat siswa-siswi untuk berdiskusi lebih dalam tentang materi pembelajaran sehingga pada akhirnya dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan dan efektif.

Output atau Karya berupa Poster "Mari Kenali Sampah". Foto oleh Firmansyah Sandy Gumulya

3. Kenali Emosiku

Pada rangkaian yang terakhir, yaitu program kerja “Kenali Emosiku” ini, kami mengenalkan dan mengajak siswa untuk belajar mengenali jenis-jenis emosi dasar yang ada dalam diri manusia. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi ringan dengan menggunakan slide presentasi yang berisi animasi warna warni yang diharapkan dapat menarik perhatian siswa. Setelah penyampaian materi tersebut, dilanjutkan dengan sesi interaktif antara pemateri dengan siswa di mana siswa diminta untuk menyampaikan salah satu emosi yang pernah mereka rasakan beserta penyebabnya.

Sebagai salah satu bentuk visualisasi dan publikasi dari program kerja "Kenali Emosiku", output utama yang dihasilkan adalah sebuah poster edukatif yang dirancang khusus untuk siswa kelas 6 SD. Poster ini menyajikan informasi sederhana namun efektif mengenai jenis-jenis emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan jijik, lengkap dengan ilustrasi ekspresi wajah yang mudah dikenali oleh anak-anak. Penggunaan warna-warna cerah dan bahasa yang ramah anak menjadi pendekatan utama agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan menarik perhatian siswa secara optimal.

Poster Kenali Emosiku. Foto oleh Hanifah Mardhatillah

Poster ini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai alat refleksi yang mendorong siswa untuk mengenali dan menyampaikan emosi mereka secara terbuka dan positif. Dengan ditempatkan di area strategis seperti ruang kelas atau koridor sekolah, poster ini diharapkan menjadi pengingat visual sehari-hari yang membantu membangun kesadaran emosional dan keterampilan sosial sejak dini. Melalui pendekatan visual ini, program "Kenali Emosiku" memperkuat tujuannya dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan peka terhadap perkembangan emosi anak.

Program Kerja Kenali Emosiku di SDN 1 Tulungrejo. Foto oleh Hanifah Mardhatillah
Program Kerja Kenali Emosiku di SDN 2 Tulungrejo. Foto oleh Hanifah Mardhatillah

Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap bahwasanya siswa-siswi yang tengah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di Desa Tulungrejo dapat terbentuk menjadi generasi muda yang sadar dan peduli dengan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya, sadar akan kondisi yang ada pada dirinya sendiri, serta menjadi generasi yang melek akan pentingnya literasi dalam kehidupan.