Opini & Cerita
·
15 Juli 2019 5:50

Asal Muasal Berlian di Pulau Kalimantan

Konten ini diproduksi oleh Angga Jati Widiatama
Asal Muasal Berlian di Pulau Kalimantan (145766)
Ilustrasi berlian. Foto: Shutterstock
Kalimantan menjadi satu-satunya pulau di Indonesia yang memiliki kandungan berlian dan telah dikenal selama berabad-abad yang lalu. Berlian di Pulau Kalimantan dijumpai pada batuan berumur Kapur Akhir (100-66 Juta tahun lalu) hingga sedimen berumur Kuarter (2,58 juta tahun yang lalu hingga sekarang).
ADVERTISEMENT
Lalu, darimanakah berlian-berlian itu berasal? Bagaimana bisa berada disana? Dan bagaimana bisa terdapat di berbagai umur batuan?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kita harus tahu genesis pembentukan berlian. Berlian merupakan kristal mineral yang memiliki komposisi karbon yang berikatan secara tetrahedron yang terbentuk secara anorganik. Komposisi ini mirip dengan batu bara/graphite, hanya batu bara terbentuk secara organik dan memiliki bentuk kristal hexagonal (unsur karbon juga berikatan dengan molekul organik, seperti air, sulfur, fosfor, dan nitrogen).

Batas unsur karbon membentuk berlian atau graphite disebut sebagai Graphite-Diamond threshold yang merupakan batas kedalaman dan tekanan yang memisahkan kemampuan ikatan kimia unsur karbon dalam membentuk kristal yang berkisar pada kedalaman 150 kilometer.

Jadi, berlian hanya terbentuk pada kedalaman yang sangat dalam di perut bumi. Lantas bagaimana mekanisme agar intan bisa mencapai permukaan?
Asal Muasal Berlian di Pulau Kalimantan (145767)
Ilustrasi 1: Model tektonik pembentukan berlian (Sumber: White dkk. 2016)
Pembentukan berlian umumnya dijumpai pada pipa intrusi kimberlite atau lamproite yang memanjang dari litosfer bagian bawah hingga atas seperti yang dijumpai pada salah satu pipa kimberlite terbesar di dunia yang dijumpai di Afrika Selatan (ilustrasi 1).
ADVERTISEMENT
Sampai saat ini, belum dijumpai pipa kimberlite/lamproite di Pulau Kalimantan (meskipun bukan berarti tidak ada). Namun tinggi dan lebatnya hutan hujan, intensitas hujan, dan pelapukan yang intensif menyebabkan geologiawan kesulitan menemukannya hingga saat ini.
Beberapa geologiawan telah melakukan investigasi tentang asal berlian di Pulau Kalimantan yang menghasilkan beberapa teori yang berbeda, antara lain:
  1. Berlian berasal dari intrusi batuan beku potassic hingga high potassic berumur Neogen atau sekitar 8 juta tahun yang lalu (Bergman dkk., 1988). Batuan potassic dan ultrapotassic umumnya dijumpai pada lempeng kontinen yang relatif lebih tebal sehingga memiliki Graphite-Diamond threshold yang bisa saja lebih dangkal, munculnya intrusi batuan memberikan jalan agar berlian mencapai kedalaman yang lebih dangkal (Ilustrasi 1).
  2. Berasosiasi dengan batuan ultrabasa yang mengalami obduksi (terangkat ke permukaan) sebagai ophiolite (Nixon and Bergman, 1987). Hal ini berdasarkan fakta bahwa pada daerah Cempaka (Kalimantan Tengah) sungai pembawa intan berhulu di Pegunungan Meratus yang merupakan kompleks akresi yang berisi batuan ultrabasa hal ini sama dengan yang terjadi di China, Myanmar, dan Rusia yang juga dijumpai intan yang berasal dari batuan hasil akresi (Ilustrasi 1; Yang dkk., 2014).
  3. Berlian terbentuk pada zona penunjaman lempeng dan terbawa ke permukaan karena proses orogenesis atau tidak berkaitan dengan intrusi kimberlite/lamproite (Barron et al., 2008a); Model ini diajukan berdasarkan kesamaan antara intan yang dijumpai di daerah Cempaka dengan endapan sedimen yang terdapat intan pada Australia bagian timur (Copeton dan Bingara) yang dijumpai pada sedimen yang terendapkan pada daerah yang berdekatan dengan busur gunungapi (Ilustrasi 1).
  4. Berlian ter-transport dalam jarak yang sangat jauh melalui sistem sungai besar yang mengalir dari daratan Sibumasu sebelum Pulau Kalimantan terpisah dari Indochina (Ilustrasi 3; Griffin et al., 2001).
  5. Berlian ter-transport melalui sistem sungai besar dari barat laut Australia sebelum Pulau Kalimantan terpisah dari Australia/Gondwana pada zaman Jura Akhir (145 Juta tahun lalu; Ilustrasi 2) (Hall, 2012; Hall and Sevastjanova, 2012; Metcalfe, 1996, 2011, 2013).
Asal Muasal Berlian di Pulau Kalimantan (145768)
Ilustrasi 2: (Kiri) Kondisi tektonik saat ini Indonesia, terdiri dari berbagai kepingan lempeng benua yang menyatu (kanan) Kondisi Tektonik pada umur Jura (160 Jtl) yang memperlihatkan kepingan lempeng benua berasal dari Australia Utara/Gondwana (Sumber: White, 2016).
Asal Muasal Berlian di Pulau Kalimantan (145769)
Ilustrasi 3: Peta Sundalanda= yang menunjukkan endapan berlian aluvial yang berasosiasi dengan endapan es umur Permian (modifikasi dari van Leeuwen, 2014).