Bledug Kuwu: Lumpur Panas Berusia 20 Juta Tahun

Angga Jati Widiatama
Earthstoryteller, Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera
Konten dari Pengguna
1 April 2020 8:14 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Angga Jati Widiatama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Bledug Kuwu merupakan sebutan untuk fenomena semburan lumpur panas yang terbentuk secara alami yang dapat dijumpai di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.
ADVERTISEMENT
Kata 'Bledug' sendiri merupakan bahasa Jawa yang memiliki makna 'letupan/ledakan' yang merujuk pada lumpur yang meletup-letup secara berkala akibat adanya gas alam dan lumpur panas yang dikeluarkan dari perut bumi.
Berbeda dengan Lumpur Sidoarjo (Lusi) yang terbentuk akibat kecelakaan pemboran minyak bumi, Bledug Kuwu terbentuk akibat adanya kubah garam (diapir) serta kondisi tekanan kapiler batuan yang melebihi kemampuan batuan menahannya tekanan (overpressure).
Gambar 1 Foto lumpur panas Bleduk Kuwu yang siap meletup
Sedimen yang terendapkan akan mengikuti hukum geologi 'Horizontality of strata'. Seiring berjalannya waktu, akibat tektonik lapisan batuan akan rusak/terdeformasi. Salah satu bentuk deformasi adalah membentuk kubah garam atau diapir.
Diapir terbentuk akibat batuan sedimen berbutir halus mendapatkan suhu yang tinggi, tekanan yang tinggi, serta kondisi jenuh air dan garam menyebabkan terbentuknya campuran berupa lumpur panas yang bergerak pada bidang lemah (rekahan atau patahan) pada kerak bumi bagian atas.
Gambar 2 Foto singkapan batuan di permukaan yang oleh para geologiawan digunakan untuk mengintepretasi kondisi bawah permukaan
Bledug Kuwu memiliki periode 'letupan' lumpur dan gas antara 2-3 menit sekali yang tersebar di beberapa titik. Material lumpur memiliki suhu lebih dari 50 derajat celcius, yang terpanaskan akibat gradien panas bumi. Sedangkan gas yang dikeluarkan berupa uap air dan metana.
ADVERTISEMENT
Lumpur Bledug Kuwu sendiri berasal dari Formasi Kerek yang dominan tersusun dari batu lempung yang terendapkan di lingkungan laut dalam dan juga dari Formasi Kalibeng yang terendapkan pada lingkungan transisi. Kedua formasi batuan ini berumur tidak lebih tua dari 20 juta tahun yang lalu.
Gambar 3 Api Abadi Mrapen merupakan gas alam yang bocor dan merembes ke permukaan
Keberadaan Bledug Kuwu sangat erat kaitannya dengan kemunculan 'Api Abadi Mrapen' dan 'kolam mendidih' yang ada di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Kedua hal tersebut merupakan produk dari sistem gas bumi yang mencapai permukaan dan masih dalam satu sistem pembentukan dengan kubah garam (diapir) yang juga membentuk Bledug Kuwu.