Giri Mulyo dan Sekitarnya Adalah Gunungapi Purba Tipe Perisai di Indonesia

Earthstoryteller, Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Angga Jati Widiatama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Daerah Giri Mulyo dan sekitarnya merupakan kompleks Gunungapi Purba bertipe perisai terbesar di Indonesia Gunungapi ini dikenal sebagai Kompleks Gunungapi Sukadana. Dinamai “Kompleks” karena terdiri dari banyak pusat erupsi atau lokasi keluarnya magma

Keunikan Gunungapi Purba yang berada di Giri Mulyo
Terdiri dari batu keriting/basalt vesikuler, merupakan batuan beku yang terbentuk dari magma bersuhu lebih dari 1000 C dan mengalir dan membeku di permukaan bumi
Terdapat goa yang terbentuk dari kumpulan rongga/vesikuler yang bergabung menjadi gelembung raksasa. Misalnya Goa Pandan, Goa Sumur, Goa Kubah dll.
Merupakan gunungapi tipe perisai (shield volcano) terbesar di Indonesia yang dibentuk oleh erupsi efusif (lelehan)
Adanya kerucut Gunungapi yang merupakan sisa hasil erupsi dengan karakteristik batu keriting yang ringan jika diangkat, misalnya Gunung Mbah Mingan yang dapat disebut sebagai kubah cinder megindikasikan adanya variasi episode erupsi eksplosif (ledakan)
Berdasarkan karakteristik struktur batuannya, daerah Girimulyo dapat dibedakan menjadi dua jenis batuan basalt yaitu basalt yaitu basalt vesikuler dan juga basalt scoria. Basalt vesikuler memiliki warna dominan gelap yang menandakan komposisi unsur logam yang relatif melimpah. Selain itu pola distribusi yang membentuk endapan aliran lava menandakan kekentalan magma pembentuknya relatif rendah/encer sehingga membentuk bukitan vulkanik landai hingga agak curam. Berdasarkan dijumpainya lapisan paleosoil pada pemboran sumur di Dusun 15 maka ditafsirkan setidaknya ada tiga episode berbeda yang membentuk perbukitan vulkanik di daerah Girimulyo.
Batu keriting/basalt vesikuler memiliki warna dominan gelap yang mengindikasikan unsur logam yang relatif melimpah. Pola distribusi yang membentuk geometri kerucut cinder dan material yang tersusun dari bom vulkanik mengindikasikan terbentuk akibat erupsi yang lebih eksplosif. Lapisan batuan pada kubah cinder relatif homogen sehingga ditafsirkan pembentukan kubah cinder terjadi secara monogenetik atau erupsi tunggal
Cara Pembentukan Gunungapi Purba yang berada di Giri Mulyo
Pembentukan lava basalt yang membentuk bentang alam pegunungan memanjang relatif terbentuk tua kubah cinder karena material vesikuler penyusun kubah cinder berada datas lava basalt vesikuler. Hal ini menandai adanya perubahan karakteristik letusan dari bertipe aliran (efusif) menjadi tipe ledakan (eksplosif) yang dipicu perubahan komposisi magma
Geometri cinder tersebar dan relatif membentuk geometri melingkar disekitar daerah Girimulyo, menandakan adanya dapur magma yang bisa saja saling terhubung satu dengan yang lainnya. Munculnya kerucut cinder yang melingkar diintepretasikan akibat adanya longsoran pada dapur magma yang memicu rekahan sehingga menjadi jalan keluarnya magma.
Menurut Soerija-Atmaja dkk. (1985) dan Nishimura dkk. (1986) batu keriting (termasuk yang ada di Goa Pandan) terbentuk pada umur 1.15 Juta tahun lalu hingga 0.44 Juta tahun lalu. Adanya variasi umur pada batuan menandakan pembentukan batuan beku bukanlah satu kejadiantunggal namun kejadian berulang. Adanya variasi sumber erupsi menandakan sumber magma selain berasal dari penunjaman lempeng Australia dibawah Sundaland dan adanya magma upwelling dari mantle bumi.
Angga Jati Widiatama, Happy Christin Natalia, Rezki Naufan Hendrawan, Evan Rosyadi Ogara, Rikza Nur Faqih An Nahar. Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera. Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Teknologi Sumatera Nomor 632ak/IT9.2.1/PM.01.01/2023
