6 Provinsi Ini Berpotensi Hasilkan Produk Garam

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produksi Garam (Foto: Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Garam (Foto: Antara)

Saat ini Indonesia tengah mengalami kelangkaan stok garam konsumsi. Kondisi inilah yang membuat pemerintah memutuskan membuka keran importasi garam konsumsi dari Australia.

Kebijakan pemerintah mengimpor garam pun menuai pro dan kontra. Lantas, bagaimana sebenarnya potensi porduksi garam di Indonesia saat ini agar kelangkaan tak lagi terjadi?

Mantan Komisaris Utama PT Garam, Sudirman Saad, menjelaskan Indonesia memiliki sebanyak 29 ribu hektare lahan yang berpotensi untuk menghasilkan garam. Menurut dia, ada 6 provinsi yang berpotensi untuk menghasilkan produksi garam.

"Di Indonesia itu yang potensial produksi garam Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan," kata Sudirman dalam diskusi Garam Nasional di Gedung Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (16/8).

Namun, Sudirman mengatakan jumlah tersebut bukanlah angka yang besar. Lantaran, di Indonesia kendala bertani garam tak melulu karena persoalan lahan, tapi juga kendala cuaca.

"Engga banyak, jadi begitu ke timur, Sulawesi curah hujan sudah tinggi. Jadi bukan hanya lahan dan air laut, tapi perlu matahari bersinar berapa lama dalam setahun," ujarnya.

Ia meminta agar pemerintah bisa mendorong pihak swasta untuk membangun pabrik garam. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kelangkaan produksi garam konsumsi seperti yang saat ini terjadi.

"Pemerintah harus relasitis untuk memenuhi kebutuhan garam industri. Ciptakan satu iklim investasi kebutuhan garam industri. Mungkin tahap awal ada insentif yang diberikan, paling tidak importasi mesin segala macan itu ada insentif agar swasta bisa bangun pabrik dan teknologi," ujarnya.

Pemerintah memutuskan untuk mengimpor sebanyak 75.000 ton garam konsumsi asal Australia. Pada Gelombang pertama, Kamis (10/8) sudah ada 25.000 ton garam konsumsi impor masuk melalui Pelabuhan Ciwandan, Banten.