Antam Kantongi Izin Ekspor Nikel Kadar Rendah Sebanyak 2,7 Juta Ton

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pekerja tambang Antam (Foto: www.antam.com)
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja tambang Antam (Foto: www.antam.com)

Perusahaan tambang milik BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), mengumumkan sudah mendapatkan izin untuk ekspor nikel kadar rendah sebanyak 2,7 juta ton per tahun. Perseroan sebelumnya meminta izin tersebut karena masih banyaknya permintaan dari luar negeri.

Direktur Operasi Antam, Hari Widjajanto, mengatakan izin ekspor tersebut adalah bagian pertama dari permintaan ekspor perseroan yang mencapai 6 juta ton per tahun.

"Antam sudah memperoleh izin ekspor. Untuk tahap pertama, memperoleh kuota 2,7 juta (ton) untuk kadar di bawah 1,7 persen," kata Hari di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/5).

Hari mengaku Antam sudah menerima banyak pesanan nikel kadar rendah dari negara-negara seperti China, Jepang sampai Eropa. Setelah tahap pertama, perusahaan akan mengajukan izin tahap dua sebanyak 3,7 juta ton.

"Sebagai ilustrasi, untuk kuota 2,7 juta ton plus yang kita ajukan tahap II yaitu 3,7 juta ton sudah ada 60 LoI (Letter of Intent) dengan jumlah permintaan di atas 100 juta weight metrik ton. Mostly China, Jepang, dan Eropa Timur," ujar Hari.

Baca juga: Tak Lagi Ekspor Ke India, Penjualan Emas Antam Anjlok 22,6 Persen

Adapun perseroan membukukan penjualan feronikel Rp 365 miliar pada kuartal pertama tahun 2017, atau meningkat 22,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 298,05 miliar.

Berdasarkan data dari Antam, penjualan feronikel itu berkontribusi sekitar 22 persen terhadap penjualan unaudited Antam sebesar Rp1,65 triliun per kuartal I tahun 2017. Porsi kontribusi itu meningkat dibandingkan dengan 10 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Volume produksi feronikel di kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar 2.934 ton nikel dalam feronikel (TNi). Volume produksi feronikel ini tercatat turun jika dibandingkan periode kuartal I/2016 seiring dengan pengerjaan roof replacement Electric Smelting Furnace (ESF)-3.

Selain itu, volume produksi feronikel juga turun karena adanya optimasi fasilitas produksi pabrik FeNi III yang dilakukan di sejak akhir 2016 sampai dengan pertengahan Maret 2017. Pengerjaan ini merupakan bagian dari preventive maintenance untuk mendukung pencapaian target produksi feronikel sebesar 24.100 TNi pada 2017.

Seluruh pekerjaan roof replacement Electric Smelting Furnace (ESF)-3 dan optimasi fasilitas produksi telah selesai dilakukan dan pabrik-pabrik feronikel Antam telah beroperasi normal saat ini. Seiring dengan penurunan volume produksi, penjualan feronikel sebesar 2.562 TNi pada kuartal I/2017.