Kumparan Logo

BEI akan Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik usai acara launching digitalisasi pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank INA di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026). Foto: Zulfa Salman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik usai acara launching digitalisasi pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank INA di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026). Foto: Zulfa Salman/kumparan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data BEI, terdapat 80 saham masuk kategori HSC hingga 13 Oktober 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memastikan saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan di bursa, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.

“Bukan delisting, tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG. Saham-saham dalam High Shareholding Concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship seperti IDX30, LQ45, dan IDX80,” sebut Jeffrey dalam konferensi pers di BEI, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Jeffrey menekankan keputusan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, mengingat adanya potensi risiko pada saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

Wartawan merekam layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Pasalnya, saham-saham HSC saat ini mencakup sekitar 18 persen dari IHSG.

“Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG,” sebut Jeffrey.

Adapun keputusan ini merupakan salah satu dari dua inisiatif baru yang diumumkan usai pertemuan dengan indeks penyedia global Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara daring pada Senin (19/10).

Pertemuan itu dilakukan di tengah gejolak pasar usai MSCI berencana menurunkan kelas Indonesia jadi Standalone Market.

Selain mengeluarkan seluruh saham HSC dari IHSG, BEI juga menambahkan keterangan status afiliasi atau nonafiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen.

instagram embed