Kumparan Logo

Gubernur BI Sebut Rating BBB dari S&P Bukti Kepercayaan Global Terjaga

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Ja Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Ja Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang kembali mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

S&P Global Ratings dalam pengumuman yang dirilis Senin (13/7) menegaskan kembali peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek tetap stabil.

S&P menilai prospek stabil mencerminkan keyakinan tekanan terhadap kondisi fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara.

Lembaga pemeringkat itu memperkirakan kondisi tersebut akan membaik seiring kenaikan harga komoditas, pemulihan penerimaan negara, serta implementasi kebijakan pemerintah yang semakin konsisten.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan afirmasi dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” jelas Perry dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).

Perry menyebut BI bakal terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Standard & Poor's Foto: Reuters/Brendan McDermid

Selain itu, kata Perry, BI akan terus mempererat koordinasi dengan pemerintah, termasuk sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk risiko yang berasal dari konflik di Timur Tengah.

"Ke depan, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik,” ucap dia.

Perry melanjutkan, koordinasi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita.

instagram embed