Kumparan Logo

Hari Pertama Short Selling, BEI Catat 50 Investor Sudah Buka Rekening

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sekitar 50 investor telah membuka rekening short selling pada hari pertama penerapan kembali transaksi tersebut, Kamis (1/10).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan implementasi short selling pada lima saham yang masuk dalam daftar diklaim berjalan lancar. Dari lima saham tersebut, kata Jeffrey, baru satu saham yang telah digunakan untuk transaksi short selling.

"Dari 5 saham yang masuk dalam data short selling itu, saya akan lihat datanya lagi, tetapi tadi hanya ada 1 saham yang dilakukan short selling. Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang sudah membuka rekening short selling," kata Jeffrey di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (1/10).

Jeffrey menyebut BEI belum bisa menyampaikan saham mana yang telah digunakan untuk transaksi short selling karena perdagangan masih berlangsung.

"Ya nanti kami akan sampaikan berikutnya, ini karena perdagangan sedang berjalan tentu belum bisa kami sampaikan," ujarnya.

Menurutnya, short selling diharapkan dapat digunakan investor sebagai bagian dari strategi investasi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap harga saham.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

"Tetapi apa yang kita harapkan bahwa itu memang bisa digunakan oleh investor sebagai bagian dari strategi investasi, itu bisa dilakukan dan tidak menekan harga," kata Jeffrey.

Dia menjelaskan BEI telah menerapkan mekanisme manajemen risiko dalam pelaksanaan short selling. Menurut Jeffrey, saham-saham yang masuk dalam daftar short selling tak mengalami penurunan harga yang tajam pada perdagangan pagi.

"Bahkan beberapa saham ada tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar," tutur dia.

Adapun, BEI sebelumnya menetapkan lima saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

instagram embed