Istana Jawab Kritik Ekonom Asing Soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Tulisan Jake Van Der Kamp di South China Morning Post yang menyatakan pernyataan Presiden Joko Widodo Indonesia merupakan negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia adalah bohong, ditanggapi serius Istana Negara.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan yang disampaikan Jokowi terkait Indonesia sebagai negara nomor tiga terbesar pertumbuhan ekonomi di dunia adalah penekanan antara negara-negara yang masuk dalam anggota G 20.
"Yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah nomor tiga di G20. Bukan di seluruh dunia," kata Pramono Anung di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/5).
G 20 atau Kelompok 20 ekonomi utama merupakan kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Nama resmi dari G 20 yaitu The Group of Twenty (G 20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok 20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.
Baca juga: Klaim Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi RI Dikritik Media Asing

Juru Bicara Presiden Johan Budi sapto Pribowo juga menegaskan apa yang disampaikan Presiden Jokowi adalah dalam konteks ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara anggota G 20.
"Dalam kelompok negara G20 Indonesia memang nomor tiga (pertumbuhan ekonomi) tertinggi setelah China dan India," kata Johan.
Bahkan, kata Johan, sampai triwulan ke empat tahun 2016 posisi Indonesia adalah nomor 3 di kelompok negara negara G20. Adapun sepanjang 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,02 persen.
"Dalam slide yang dipaparkan Presiden di Hongkong juga disebutkan nomor 3 dalam kelompok negara negara G20 dalam pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan Indonesia cukup tinggi yaitu 5,18 di triwulan kedua 2016 dan 5,02 pada triwulan ketiga 2016," katanya.
Sementara Jake Van Der Kamp, memang hanya membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara general dengan negara lainnya di Asia. Menurut perhitungan Van Der Kamp, setidaknya di Asia sendiri ada 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui 5,02 persen Indonesia.
"Mereka adalah India (7,5), Laos (7,4), Myanmar (7,3), Kamboja (7,2), Bangladesh (7,1), Filipina (6.9), China (6,7) Vietnam (6,2), Pakistan (5,7), Mongolia (5,5), Palau (5,5), Timor-Leste (5,5) dan Papua Nugini (5,4)," tulis Jake Van Der Kamp.
Lantas Van Der Kamp mengerucutkan lagi perhitungannya berdasarkan negara-negara dengan jumlah populasi 200 juta orang, untuk menyandingkannya dengan Indonesia. Hasilnya, ada enam negara di dunia yang angka pertumbuhan ekonominya di atas Indonesia.
