Jonan: Pencabutan Subsidi Listrik Tak Membebani Pelanggan 900 VA

Pemerintah telah mencabut subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA yang masuk kategori rumah tangga mampu. Ada sekitar 19 juta rumah tangga pelanggan yang tak lagi mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengaku yakin kebijakan yang diambil pemerintah tersebut tak akan memberatkan. Sebab, mereka yang dicabut subsidinya bukan termasuk golongan miskin sesuai data terpadu dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
[Baca juga: Jonan Minta PLN Jamin Pasokan Listrik di Kawasan Wisata Selama Lebaran]
Sebelum subsidi dihapuskan, 19 juta pelanggan mampu 900 VA tersebut hanya membayar listrik per bulan Rp 80 ribu. Sedangkan sekarang jadi Rp 170 ribu. Alokasi subsidi nantinya akan digunakan untuk elektrifikasi di daerah-daerah yang belum mendapatkan listrik.
"Memberatkan enggak? Beli pulsa saja sebulan berapa? Lebih baik dipakai untuk saudara-saudara kita yang belum berlistrik daerahnya," kata Jonan di Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali (P2B JB) Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6).
[Baca juga: Dirut PLN Merasa Difitnah Soal Kenaikan Tarif Listrik]
Jonan mengatakan hingga saat ini ada sekitar 2.500 desa belum ada listriknya dan 10.000 desa yang hanya menikmati listrik ala kadarnya. Biaya subsidi yang sebelumnya diberikan kepada 19 juta pelanggan mampu tersebut, kata dia, akan dialokasikan untuk menerangi desa-desa itu.
Pemerintah, kata Jonan, berkomitmen sampai akhir tahun tidak ada kenaikan tarif. Dia mengaku akan berusaha agar tarif listrik untuk golongan non subsidi semakin turun dengan dilakukannya efisiensi oleh PLN.
"Kita usahakan semaksimal mungkin. Efisiensi PLN makin baik, tarif jual harus makin turun," kata Jonan.
