Kumparan Logo

Pertagas Salurkan 170 MMSCFD Gas di Sumut, 61 Persen Diserap PLN Belawan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan ke site Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan ke site Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

PT Pertamina Gas (Pertagas) menyalurkan gas rata-rata sekitar 170 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di Sumatera Utara berdasarkan data realisasi terbaru, Rabu (23/9). Dari volume tersebut, 61 persen atau 105 MMSCFD disalurkan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN Belawan.

Section Head Operation Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Gilang Fathurahim, mengatakan penyaluran gas Pertagas di Sumatera Utara (Sumut) mayoritas digunakan untuk kebutuhan PLN Belawan.

“Jadi secara rata-rata tahunan, kita mengalirkan gas sebesar 170-an MMSCFD per day, di mana proporsionalnya adalah mayoritas untuk PLN Belawan. Jadi listrik di Sumatera Utara, ini mayoritas sumbernya dari PLN Belawan yang kita salurkan gasnya sebagai bahan bakar sekitar 105 MMSCFD atau sekitar 61 persen dari yang kita salurkan,” ucap Gilang kepada awak media di SM PT Pertamina Gas KEK Sei Mangkei, Sumut, Rabu (23/9).

Selain pembangkit listrik, gas Pertagas juga disalurkan untuk kebutuhan industri dan pupuk. Gilang mengatakan penggunaan gas untuk sektor industri terus meningkat sejak pipa pertama kali beroperasi pada 2014.

“Kemudian ada untuk industri dan pupuk. Ini pupuk sekitar 37% dan industri ini sungguh sangat signifikan ya peningkatannya dari pipa ini pertama beroperasi tahun 2014. Sekarang sudah pemakaian gasnya hampir mengalahkan pupuk,” katanya.

Menurut Gilang, KEK di Sumut masih memiliki potensi pengembangan pabrik sehingga kebutuhan gas diperkirakan terus meningkat.

Section Head Operation Stasiun Metering (SM) PT Pertamina Gas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Gilang Fathurahim (kiri), di kantornya, KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Adapun pasokan gas Pertagas berasal dari proses regasifikasi LNG. LNG internasional dikirim ke Lhokseumawe Provinsi Aceh untuk kemudian ditransfer ke tangki penyimpanan milik Pertamina Arun Gas (PAG) sebelum diregasifikasi dan dialirkan ke jaringan pipa Pertagas.

“Sumber gas kami itu berasal dari regasifikasi. Jadi LNG Hub Internasional. Jadi LNG-LNG datang ke Lhokseumawe untuk mentransfer LNG Internasional ke tangki-tangki penyimpanan di PAG dan diregasifikasi masuk ke pipa milik Pertagas,” jelas Gilang.

Dari fasilitas tersebut, gas kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang sekitar 300 kilometer (km) menuju Belawan, Medan, untuk kebutuhan pembangkit dan industri. Jaringan juga mengalirkan gas ke kawasan industri Medan, Kuala Tanjung, hingga KEK Sei Mangkei.

instagram embed