Pertimbangan Suzuki Membawa Ignis ke Indonesia

kumparanOTOverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan Ignis. (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suzuki Indomobil Sales (SIS) meluncurkan Ignis. (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)

Para pembeli mobil pertama mulai kritis untuk hal fitur keselamatan. Demikian dikatakan 4W Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Rifkie Setiawan saat ditemui di Artotel, Jakarta, Selasa (25/4).

Sebagaimana diketahui, pembeli mobil pertama umumnya mereka yang naik kelas dari pengguna sepeda motor. Biasanya mobil-mobil yang diincar konsumen ini adalah produk yang dibanderol terjangkau.

Pada mobil-mobil untuk segmen pembeli pertama, konsumen saat ini mulai mempertimbangkan model yang sudah punya fitur keselamatan yang lengkap. Sehingga bila minim fitur, mobil tersebut dipastikan tak dilirik.

Inipun jadi pertimbangan Suzuki saat membawa Ignis ke Indonesia. Produsen meramu fitur-fitur yang harus ada pada mobil mereka. "Begitu juga dengan kompetitor. Kalau misalkan kita meluncurkan produk yang lebih rendah (minim fitur) dari kompetitor kan enggak lucu," katanya.

Suzuki Ignis sendiri hadir dengan dual airbags di depan, rem ABS (anti-lock braking) system dengan EBD (electronic brakeforce distribution). Menariknya fitur-fitur itu tersedia pada seluruh tipe yang dipasarkan. Kemudian, mobil juga memiliki fitur ISOFIX pada baris kedua.

Baca juga: Penjualan Suzuki Ignis Diklaim Sudah Melampaui Target

Suzuki Ignis sendiri hadir dengan konsep Urban SUV yang mengandalkan mesin 1,2 liter DOHC, VVT yang memproduksi tenaga 83 PS pada 6.000 rpm dan torsi 113 Nm pada 4.200 rpm.

Pada Suzuki Ignis tipe GX, mobil memiliki lampu LED Projector dan daytime running light. Di tipe teratas, Suzuki juga mengaplikasikan fitur keyless entry dan tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin.

Sementara itu, Suzuki Ignis yang tampil beda dibandingkan kompetitor membuat pabrikan berlambang 'S' itu menuai respons positif. Separuh dari stok awal yakni 2.000 unit sudah mulai didistribusikan. Bahkan Rifkie mengungkap banyak diler yang meminta stok tambahan.

"Kami melihat ini (Ignis) sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Begitu pula dalam dunia otomotif, kami ingin menjado salah satu produk yang diunggulkan, begitu juga dalam dunia otomotif kita ingin menjadi salah satu produk yang diunggulkan," tuturnya.