Pertumbuhan Ekonomi RI Semester I Diprediksi Mencapai 5,1 Persen

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembangunan gedung (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembangunan gedung (Foto: Pixabay)

Standard Chartered Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2017 mencapai 5,1 persen. Ekonomi kemudian diperkirakan akan semakin membaik pada semester II yang diprediksi mencapai 5,3 persen.

Senior Economist Standard Chartered Bank-Indonesia, Aldian Taloputra, mengatakan meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada semester II didorong beberapa faktor, salah satunya proyek infrastruktur.

“Berbagai proyek infrastruktur, dorongan fiskal, kelonggaran inflasi dan peningkatan investasi swasta akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan di semester II-2017, sehingga mampu mencapai angka 5,3 persen,” kata Aldian, di Hotel Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin (24/7).

Menurut Aldian, akan terjadi pemulihan investasi swasta dan asing secara bertahap sepanjang 2017. Hal ini disebabkan kredibilitas fiskal, stabilitas politik, dan reformasi struktural yang semakin membaik akan mengembalikan kepercayaan sektor swasta.

"Kita lihat penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) tumbuh 5,4 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2017, naik 1,1 persen di periode yang sama di tahun 2016," ujarnya.

Selain itu, Aldian memprediksi adanya kelanjutan perbaikan dari ekspor bijih besi atau nikel, menyusul relaksasi larangan ekspor akan menjadi faktor penyumbang yang positif terhadap ekspor.

Namun, Standard Chartered Bank merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini dari 5,3 persen menjadi 5,2 persen. Angka itu sebenarnya sesuai dengan target pemerintah dalam Rancangan APBN Perubahan.

“Hal ini mencerminkan ekspektasi kami terhadap penurunan harga komoditas yang lebih baik, serta permintaan global yang didorong oleh AS dan China," katanya.