PLN Ajak Kampus Aliri Listrik Seluruh Desa di Sumatera

PT PLN (Persero) akan menggandeng 10 perguruan tinggi di Sumatera untuk melakukan penelitian dan survei pembangunan listrik perdesaan di seluruh provinsi di wilayah Sumatera.
Perusahaan listrik milik BUMN tersebut menargetkan pada 2019 seluruh wilayah perdesaan di Sumatera bisa teraliri listrik. Sehingga rasio elektrifikasi bisa mencapai 98 persen.
[Baca juga: PT PLN Jamin Tarif Listrik Non Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun]
Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Amir Rosidin, mengatakan penelitian ini dilakukan PLN untuk memetakan seluruh desa yang belum berlistrik di Sumatera, termasuk besaran kebutuhan listrik dan potensi energi lokal setempat.
“Dengan survei dapat diketahui lokasi-lokasi desa yang belum berlistrik. Kemudian juga energi listrik yang dibutuhkan untuk penerangan ditambah listrik untuk mendorong ekonomi desa,” kata Amir dalam siaran persnya, Rabu (7/6).
[Baca juga: Terangi Daerah Krisis Listrik, PLN Sewa 10 Kapal Pembangkit]
Adapun 10 kampus yang digandeng adalah Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Politeknik Batam, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, Universitas Bengkulu, Universitas Bangka Belitung, dan Universitas Andalas.
Menurut Amir, sangat diperlukan survei untuk melihat potensi energi yang ada di masing-masing desa, serta besaran biaya energi yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk penerangan dan untuk kegiatan ekonomi tanpa energi listrik dari PLN.
“PLN sangat tidak mengharapkan apabila ada masyarakat yang belum mendapatkan listrik dari PLN, tetapi justru membayar biaya energi lebih mahal untuk membeli genset, solar dan lainnya,” tegasnya.
Amir mengatakan untuk elektrifikasi di seluruh desa di Sumatera, PLN akan menyesuaikan dengan potensi energi dan sumber daya setempat yang ada. Sehingga pengembangan pembangunan listrik pedesaan sejalan dengan kearifan lokal.
