Rumah Tapak Paling Diincar Warga Indonesia

Pemerintah dan pengembang swasta saat ini tengah gencar membangun hunian vertikal di daerah perkotaan. Selain lahan yang semakin menyempit, hunian vertikal ini dinilai akan sangat diminati oleh kaum urban.
Namun, apakah banyak masyarakat Indonesia yang tertarik dengan konsep hunian vertikal? Hasil riset Inside.ID, sebuah lembaga riset pemasaran online di bawah naungan Non-Fiction, Innovative Research Agency, mengungkapkan tak semua warga tertarik tinggal di hunian vertikal.
Dari hasil risetnya, 75 persen warga Indonesia lebih memilih membeli rumah tapak dibandingkan dengan apartemen ataupun rumah susun.
“Walaupun tinggal di apartemen praktis dan berada di pusat kota, masih lebih banyak masyarakat Indonesia yang memilih rumah tapak sebagai tempat tinggal. Salah satu alasannya karena rumah tapak memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan menjadi pekarangan atau tempat bermain anak,” kata Head of Research Inside.ID, Andres Christian, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/5).
Baca juga: Rumah Murah DP 1 Persen di Depok Akan Dibangun Sebanyak 6.145 Unit
Selain alasan tersebut, faktor harga juga menjadi pertimbangnan sendiri dalam memilih hunian. Misalnya apartemen yang kebanyakan berada di pusat kota, harganya tentu tidak murah.
Tak hanya sebagai tempat tinggal, properti juga berfungsi sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan. Sebab, nilai properti selalu mengalami kenaikan melebihi laju inflasi dan bunga perbankan.
“Dari hasil survei kami sebanyak 41 persen responden tengah mencari properti yang akan digunakan untuk investasi. Jenis properti yang paling banyak dicari adalah rumah tapak (76 persen), tanah (14 persen), apartemen (8 persen), dan sisanya rusun (2 persen),” kata Andres.
