Tahun Depan Pemerintah Tambah 2 Juta Sertifikasi Lahan

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sofyan Djalil (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sofyan Djalil (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menargetkan pada tahun depan akan menerbitkan 2 juta sertifikasi lahan. Sehingga, diharapkan ada tujuh juta lahan yang sudah mendapatkan sertifikasi pada 2018.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, mengatakan pemerintah akan terus berusaha memberikan akses pada masyarakat, terutama masyarakat kecil yang tidak punya legal dokumen terhadap asetnya. Sebab, hingga saat ini tanah masyarakat yang memiliki sertifikat baru sekitar 46 juta.

"Di mana selama ini masih rendah. Oleh karena itu, tahun ini pemerintah sertifikasi 5 juta tanah, dan nanti 2018 menjadi 7 juta," ujar Sofyan di Kantor Pajak Pusat, Jakarta, Rabu (16/8).

Menurut Sofyan, masih sedikitnya masyarakat kelas menengah-bawah yang asetnya bersertifikat membuat mereka sulit mengakses perbankan. Dengan adanya kebijakan tersebut, Sofyan berharap iklusi keuangan akan semakin meningkat.

Sofyan mengklaim masyarakat cukup antusias dengan kebijakan pemerintah menerbitkan sertifikasi tanah dan redistribusi aset. Sata ini penyalurannya tercatat sudah mencapai 250 ribu hektare tanah dengan 1,3 juta sertifikasi siap diberikan.

"Selama ini konflik tanah cukup kuat. Baik dari masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan swasta, hingga masyarakat dengan pemerintah. Ketika tidak ada sertifikasi maka masyarakat yang lemah akan menjadi korban. Inilah fungsi sertifikasi diperlukan, sehingga kami harus buatkan legal aksesnya," ujarnya.