Konten dari Pengguna

Kepala Dua: Lika-liku Menginjak Dewasa

Anggelina Salma

Anggelina Salma

Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggelina Salma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi usia kepala dua. Foto: dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi usia kepala dua. Foto: dokumentasi pribadi

Bertambahnya usia yang baru, menginjak kepala dua, kali ini terasa lebih berbeda tapi tetap ngono-ngono wae. Berjalan bersama usaha-usaha dari diri untuk tetap berdiri tegak adalah sebuah helaan nafas panjang. Beban kehidupan yang kadang-kadang datang tanpa kula nuwun sudah menyambut di depan.

Mahasiswa macam saya yang mentalnya tidak sekuat baja rasanya kembang kempis melihat kenyataan. Mudah sekali bagi saya untuk mengutuk takdir yang kejam dengan mulut komat-kamit gelagapan.

Umur segini memang sedang lucu-lucunya menjalani kehidupan.

Melangkah ke sana kemari mengikuti kegiatan yang dilakukan demi keluar dari rasa bosan yang tidak ada akhirnya sudah sering dilakukan. Memaksa diri sendiri untuk melakukan suatu hal yang tidak disuka juga tidak ketinggalan. Walaupun pada akhirnya rasa tidak nyaman meronta-ronta ingin menyudahi segala kegiatan yang melelahkan dan lebih menikmati kehidupan yang ngono-ngono wae.

Memupuk semangat pada diri sendiri dengan kembali memegang “harapan” sebagai penyemangat kehidupan tentu saja bukanlah hal yang mudah. Namun jika melihat kehidupan sekitar, rasanya diri ini terlalu berisik untuk mengeluh. Pada akhirnya, langkah saya tetap kembali ke tempat yang seharusnya karena saya percaya bahwa proses kehidupan tidak harus sama dengan orang lain.