Ancaman Resesi Global, Akankah Masyarakat Indonesia Terguncang?

Mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang
Tulisan dari ANGGHERTA PUTRI BELA PERTIWI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Resesi global merupakan hal yang menakutkan bagi seluruh negara. Begitu banyak negara yang berupaya agar resesi tidak memberikan dampak yang parah. Pada tahun 2020, perekonomian dunia mengalami resesi akibat adanya pandemi Covid-19. Aktivitas masyarakat yang mulai terganggu menyebabkan perekonomian ikut terganggu.
Pada penghujung tahun 2022, perekonomian dunia juga sedang berada pada ambang resesi. Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan perekonomian dunia akan bergerak menuju resesi global. Akan terjadi serangkaian krisis keuangan pada tahun 2023. Resesi global sendiri dipicu oleh tingginya tingkat inflasi yang berimbas terhadap naiknya suku bunga bank sentral. Seperti dikutip laman resmi World Bank, bank-bank sentral di seluruh dunia telah menaikkan suku bunga tahun ini. Diperkirakan trend ini akan berlanjut sampai tahun depan.
Meskipun berada pada ambang resesi, Indonesia diperkirakan tidak terdampak parah seperti yang terjadi pada 1998 atau 2020. Dikutip Sabtu (1/10/22), Josua Pardede selaku Ekonom Bank Permata menyatakan bahwa “Dampak kepada perekonomian Indonesia pada resesi global diperkirakan tidak separah 2020 ataupun 1998 seiring dengan kondisi ekonomi yang masih relatif stabil sejauh ini”.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga memastikan agar perekonomian Indonesia tetap kuat menghadapi ancaman resesi global. Selain itu, Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Indonesia mengimbau agar Indonesia dapat melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya resesi ini. APBN 2023 yang baru saja disetujui diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mengantisipasi terjadinya resesi.
Saat terjadi resesi, perekonomian negara pasti akan terguncang dan menimbulkan begitu banyak dampak yang kurang baik seperti yang pertama adalah terjadinya perlambatan ekonomi suatu negara. Hal tersebut menyebabkan sektor riil melakukan penahanan aktivitas produksi sehingga muncul dampak lain seperti terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran. Bahkan lebih parahnya lagi perusahaan-perusahaan tidak lagi mampu beroperasi karena kondisi finansial yang tidak lagi mampu menopang aktivitas dalam perusahaan.
Kedua, terjadi penurunan kinerja instrumen investasi. Hal tersebut menyebabkan investor cenderung beralih untuk menenmpatkan dananya pada bentuk investasi lain yang lebih terjamin keamananya.
Ketiga, perekonomian yang semakin sulit. Dampak lain yang muncul berupa sulitnya perekonomian masyarakat yang menyebabkan lemahnya daya beli masyarakat akan barang dan jasa. Pelemahan tersebut terjadi karena masyarakat akan lebih selektif dalam menggunakan dana yang dimilikinya karena harus berfokus terhadap pemenuhan kebutuhan dasar terlebih dahulu.
Berdasarkan dampak-dampak tersebut, dapat diketahui bahwa resesi memiliki dampak yang luar biasa terhadap perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, dibutuhkan cara untuk mengatasi resesi ekonomi.
Pertama, belanja besar-besaran. Rencana belanja ini akan dilakukan pemerintah secara besar-besaran untuk meningkatkan permintaan dalam negeri dan menggerakkan usaha dalam melakukan investasi sehingga ancaman resesi dapat diatasi.
Kedua, mengembalikan kepercayaan diri investor. Resesi ekonomi tidak hanya dapat diatasi dengan penguatan terhadap daya beli tetapi juga dapat diatasi melalui kebijakan-kebijakan serta proyek-proyek strategis untuk membangu iklim investasi. Hal tersebut dilakukan untuk menarik perhatian investor agar tertarik untuk menanamkan kembali modalnya dalam suatu negara.
Terakhir, memberikan bantuan terhadap UMKM. Salah satu sektor yang begitu terdampak resesi ekonomi adalah UMKM. Oleh karena itu, perlu adanya bantuan-bantuan secara finansial dari pemerintahan agar UMKM dapat terus berkembang.
Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi resesi. Masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan karena pemerintah pasti telah melakukan riset terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Selain itu, masyarakat juga tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu uluran dari pemerintah. Masyarakat harus ikut serta dalam mengatasi resesi ini dengan melakukan berbagai upaya. Hal ini dilakukan agar sebagai suatu kesatuan negara mampu bertahan dan tetap kuat dalam menghadapi resesi.
