Konten dari Pengguna

Mahasiswa FBD UB Edukasi Siswa SDN 3 Wonosari Daur Ulang Sampah Jadi Pot Bunga

ANGGI ALYSA PRATIWI

ANGGI ALYSA PRATIWI

Mahasiswa Universitas Brawijaya

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ANGGI ALYSA PRATIWI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)

Wonosari, 25 Juli 2025 Mahasiswa Universitas Brawijaya dari program Kuliah Kerja Nyata FBD KOMPAK (FISIP Bakti Desa) Kelompok 75 melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, dengan menggelar program edukatif CERMATI (Cerita, Amati, dan Tiru). Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Wonosari dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 dan 6 dengan antusiasme tinggi. Program CERMATI kali ini mengangkat tema “Sampahku Kreasiku”, yang berfokus pada edukasi pemilahan sampah dan praktik pembuatan ecobrick, yaitu teknik sederhana dalam mengelola sampah plastik non-organik dengan cara mengubahnya menjadi barang yang berguna. Kegiatan berlangsung pada pukul 09.30 hingga 11.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Anggi Alysa Pratiwi, mahasiswa yang bertanggung jawab dalam program kerja CERMATI: Pembuatan Ecobrick, serta difokuskan pada isu pengelolaan sampah yang menjadi permasalahan nyata di lingkungan mereka. Dusun Pijiombo hingga saat ini belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) resmi. Hal ini menyebabkan warga sering membuang sampah sembarangan, termasuk di pinggir jalan, membakar sampah di sekitar rumah, bahkan membuang sampah ke sungai terdekat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Melihat urgensi permasalahan ini, mahasiswa KKN FBD UB kelompok 75 merancang program edukasi dan aksi nyata untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sejak usia dini, khususnya melalui pelibatan anak-anak sekolah dasar. Edukasi Pentingnya Pengelolaan Sampah Sejak Dini

Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan mengenai jenis-jenis sampah, perbedaan antara sampah organik dan non-organik, serta dampak jangka panjang dari penumpukan sampah plastik yang tidak terurai. Siswa-siswi diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan cara yang bijak dan ramah lingkungan. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media visual sederhana dan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar. Hal ini bertujuan agar pesan edukasi tidak hanya diserap secara pasif, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah maupun sekolah. Praktik Langsung Pembuatan Ecobrick Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa langsung diarahkan untuk mempraktikkan pembuatan ecobrick yang dimana hasil karya akan di lombakan antar kelas. Setiap siswa membawa botol plastik bekas dan sampah plastik bersih yang sebelumnya telah dikumpulkan. Mereka diminta untuk mengisi botol tersebut dengan sampah plastik hingga padat menggunakan stik atau tongkat kayu kecil.

Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)

Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, tetapi juga melatih keterampilan tangan dan kreativitas siswa. Setelah selesai, ecobrick yang berhasil dibuat kemudian dirangkai menjadi pot bunga sederhana yang dapat digunakan sebagai hiasan sekolah. Berdasarkan hasil karya pembuatan ecobrick juara satu di menangkan oleh kelas 4 dan juara 2 dimenangkan oleh kelas 6. Pot-pot hasil karya siswa ini dipajang di halaman sekolah sebagai bentuk penghargaan atas upaya mereka dalam menciptakan sesuatu yang berguna dari sampah.



Edukasi Pemilahan Sampah, Pembuatan Pot Bunga Ecobrick di Dusun Pijiombo (Sumber: Kelompok 75 FBD Wonosari)

Lingkungan Lebih Bersih, Anak-anak Lebih Peduli

Pot Bunga Ecobrick Edukasi Pemilahan Sampah : "Sampahku Kreasiku" Kepada Sekolah SD Negeri 3 Wonosari (Sumber : Kelompok FBD 75 Wonosari)

Sebagai penanggung jawab program, Anggi Alysa Pratiwi menyusun seluruh rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, penyampaian materi, hingga koordinasi praktik ecobrick bersama tim KKN. Kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengelola sampah secara kreatif. Program ini juga mendapatkan dukungan dari pihak sekolah yang menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN UB dalam mengajak siswa menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, siswa dapat lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai penting dalam pengelolaan sampah.

Foto Penyerahan Karya Pot Bunga Ecobrick Kepada Kepala Sekolah SDN 3 Wonosari (Sumber : Kelompok FBD 75 Wonosari)

Langkah Kecil, Dampak Besar

CERMATI bukan sekadar program edukasi biasa, melainkan langkah kecil yang memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan mengubah cara pandang terhadap sampah dari limbah menjadi karya mahasiswa KKN FBD UB kelompok 75 turut berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam misi KKN FBD UB untuk membangun desa melalui pendekatan edukatif, partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dusun Pijiombo sebagai lokasi pengabdian diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis komunitas yang dimulai dari institusi pendidikan dasar.