Siti Aisyah Korban Jaringan Mata-mata

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan Siti Aisyah lewat akun Facebooknya (Foto: Facebook: Ar Shanty Febrinna)

Siti Aisyah, perempuan muda Indonesia yang terlibat pembunuhan Kim Jong Nam --kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, ditipu dan jadi korban jaringan mata-mata.

Rekan perempuan Siti Aisyah, Doan Thi Huong asal Vietnam, juga sama-sama jadi korban. Mereka direkrut jaringan mata-mata tanpa tahu ada tujuan terselubung di balik tugas yang ditawarkan kepada mereka.

Detail soal ini dilansir sejumlah media Malaysia dan China, Sabtu (18/2), hari ketiga sejak Siti Aisyah ditangkap dan diinterogasi oleh Polis Diraja Malaysia di Selangor.

The Star mengutip China Press menyatakan, proses perekrutan pembunuh Kim Jong Nam dimulai tiga bulan lalu. Dalam proses tersebut, dua orang perempuan lulus “seleksi”. Mereka dipilih jadi eksekutor pembunuhan.

Kedua perempuan terpilih itu sama-sama berasal dari Asia Tenggara, namun berbeda negara: Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam.

Sialnya, mereka tak tahu sama sekali bahwa tugas mereka sebenarnya berbahaya. Siti Aisyah dan Doan Thi Huong cuma warga biasa yang, mungkin, berada di tempat yang salah saat agen “perekrut” mencari kaki tangan.

Pembunuh Kim Jong Nam tertangkap di kamera CCTV. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pembunuh Kim Jong Nam tertangkap di kamera CCTV. (Foto: Istimewa)

Doan Thi Huong lebih dulu direkrut. Tiga bulan lalu di Malaysia, ia bertemu dengan seorang pria --yang identitasnya masih misterius. Thi Huong kemudian dijadikan “pengawal” oleh pria misterius itu.

Pria tersebut beberapa kali mengajak Thi Huong bepergian ke luar negeri, antara lain Vietnam --negeri asal Thi Huong, dan Korea Selatan. Di Vietnam, tanah kelahirannya, Thi Huong diperbolehkan mengunjungi kampung halaman.

Thi Huong mengenal empat pria yang tampak bersama dia dan Siti Aisyah di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 sesaat sebelum Kim Jong Nam terbunuh, lewat pria misterius yang mengajaknya bepergian itu.

Dadu nasib kembali menggelinding. Kesialan lantas menghampiri Siti Aisyah.

Perempuan 25 tahun dengan satu anak asal Serang, Banten, itu bertemu si pria misterius dua bulan setelah Thi Huong, atau hanya sebulan sebelum pembunuhan Kim Jong Nam berlangsung. (Baca: )

Thi Huong dan Siti Aisyah yang semula tak saling kenal kemudian dipertemukan. Mereka baru berkenalan beberapa hari menjelang operasi maut terhadap Kim Jong Nam berlangsung.

Kepada Thi Huong dan Siti Aisyah, pria-pria Korea Utara itu tak mengatakan terus terang bahwa keduanya bertugas membunuh Kim Jong Nam.

Yang dikatakan: mereka akan membuat video lelucon.

“Kru film” program lelucon itu lantas membagi peran antara Thi Huong dan Siti Aisyah. Thi Huong bertugas menyemprotkan cairan kimia ke wajah Kim Jong Nam, sedangkan Siti Aisyah bertugas membekap wajah Jong Nam dengan sapu tangan.

Keduanya tak tahu jika cairan kimia itu mengandung racun risin --yang dapat membunuh seseorang dengan sangat efektif dalam waktu tak terlalu lama. (Baca: )

video youtube embed

Untuk tugas “syuting video lelucon” berujung maut itu, Siti Aisyah dibayar 100 Dolar AS atau sekitar Rp 1,3 juta “saja”.

Detail laporan tentang video lelucon tersebut sinkron dengan ucapan Siti Aisyah kepada kerabat dan sahabatnya di Serang, Banten.

Sepupu Siti Aisyah, Iqbal, mengatakan Siti bercerita bahwa ia punya pekerjaan sampingan “ngerjain orang” di Malaysia. Tak cuma di satu negara, syuting juga akan dilakukan di China.

Namun Siti tidak diperbolehkan melihat hasil syuting itu oleh sang produser, dan programnya pun tak tayang di stasiun televisi Indonesia.

Masih menurut Iqbal, Jumat (17/2), Siti Aisyah memulai kerja sampingan itu setelah suatu hari didatangi oleh orang yang menawarkan pekerjaan syuting.

Dari syuting tersebut, Siti Aisyah kepada Iqbal mengatakan mendapat bayaran sekitar Rp 2-3 juta sekali syuting.

Senada, teman semasa kecil Siti Aisyah yang juga tetangganya di Serang, Nurhayati Nupus, mengatakan Siti hendak syuting ke China atau Korea untuk program reality show.

Simak kisah sebelumnya >

Siti Aisyah bersama orang tuanya. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Aisyah bersama orang tuanya. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Media China, yidianzixun.com, juga melansir Siti Aisyah ditawari uang 100 Dolar AS untuk ikut syuting video lelucon pendek mirip reality show ternama, Just For Laughs --komedi Kanada yang menampilkan orang-orang yang dijebak dalam berbagai situasi aneh, sementara kamera tersembunyi merekam reaksi mereka.

Siti langsung menerima tawaran dari pria yang ia temui di kelab malam itu karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Kini ibunda Siti Aisyah, Benah, 50 tahun, berharap Presiden Jokowi bersedia membantu putrinya. Sementara lembaga advokasi buruh migran, Migrant CARE, meminta pemerintah Indonesia menjamin perlindungan atas Siti Aisyah.

Simak juga:

video youtube embed