Konten dari Pengguna

Faqir atau Miskin ?

Anggit Pragusto Sumarsono

Anggit Pragusto Sumarsono

Praktisi Perbankan Syariah, Master of Science (M.Si) Islamic Economic And Finance Universitas Indonesia (UI)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggit Pragusto Sumarsono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi salah satu masyarakat Indonesia yang butuh bantuan (Foto : Fatikhul Muhadi)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi salah satu masyarakat Indonesia yang butuh bantuan (Foto : Fatikhul Muhadi)

Oleh : Ustadz Fatikhul Muhadi, S.Ag

Nenek tua renta bersama kakek yang yang lumpuh, mata sudah rabun usia sudah mendekati satu abad, makan terkadang dapat belas kasihan tetangga.

Anak kecil tidur ditrotoar, mengamen, jual asongan di perempatan lampu merah, jual tisu, kumel, dekil, tak tahu siapa orang tuanya.

Berbaju bagus, bisa sekolah SD yang layak, sarapan, pulang sekolah ngaji, diasuh di panti, saat bulan puasa banyak yang berbagi, di bulan Sura serasa berhari raya, banyak yang bikin acara buat elus kepalanya, kasih uang saku

Sepasang suami istri dengan dua anak kecil, bekerja serabutan, penghasilan yang penting cukup untuk makan, bantu bantu tetangga untuk dapat tambahan penghasilan

Guru honorer, kalau sore guru ngaji, pulang masih dirumah orang tua, yang penting makan tidak mengharapkan pemberian orang lain

Suami istri bekerja penghasilan tetap, sk cukup sebagai sarat mengajukan kridit, punya tanggungan cicilan rumah selama 20 tahun, punya angsuran motor, juga kriditan mobil, gaji keduanya tinggal 200 ribu setiap gajian bulanan.

Mana yang faqir mana yang miskin ?

Menurut imam Syafi’I faqir adalah seseorang yang sama sekali tidak memiliki harta, atau memiliki sedikit harta atau penghasilan dari suatu pekerjaan namun tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Adapun miskin, menurut imam Syafi’I adalah seseorang yang memiliki harta atau penghasilan dari suatu pekerjaan namun tidak mencukupinya.

Ada yang memberi kan definisi juga faqir itu dari tak punya harta atau sampai punya penghasilan yang hanya bisa mencukupi tidak sampai separuh kebutuhan

Sementara miskin punya harta dan penghasilan mencukupi lebih dari separuh kebutuhan tidak sampai semua kebutuhan tercukupi.

Sehingga kita perlu mendefinisikan kebutuhan itu standar nya berapa?

Miskin atau kaya apakah ada di ukuran kebendaan ? Sehingga ada ukuran satu nishob atau setara dengan 85gram emas setidaknya selama setahun, untuk wajib zakat ?

Atau seperti nasehat

Bukanlah kaya itu banyaknya harta

Kaya itu kaya hati

Zakat nya ???

Ustadz Fatikhul Muhadi S.Ag, WK 1 Baznas Kota Cirebon, Pengasuh Pesantren Fat-hah Al Qudwah