Konten dari Pengguna

Baper Kala Dibilang Maniak

Anggita Aprilyani

Anggita Aprilyani

Chef gagal yang sekarang jadi jurnalis.

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggita Aprilyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kredit foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Kredit foto: Pixabay

“Gila, lo beli barang-barang itu? Maniak banget!” ucap seseorang kepada saya. Itu terjadi dua bulan lalu, ketika saya baru saja beli sepatu dan photo book BlackPink.

Saya kesal namun memilih diam. Kok saya dibilang maniak? Apakah yang saya lakukan—mengoleksi barang-barang Korean girl group favorit saya—itu salah?

Diamnya saya sepertinya dia sadari sehingga ia berceletuk, "Cuma bercanda, masa gitu aja baper!"

***

Dear pembaca, ada dua hal yang saya ingin bahas di tulisan ini. Pertama, hati-hati berucap; kedua, jangan jadi orang yang suka menghakimi (being judgemental).

Mari bahas satu-satu.

Pertama, dia bilang saya maniak. Ini salah karena cap "maniak" hanya cocok untuk orang-orang obsesif, sedangkan saya tidak.

ma·ni·ac /ˈmānēˌak/ a person exhibiting extreme symptoms of wild behavior, especially when violent and dangerous. INFORMAL an obsessive enthusiast.

Ini arti "maniak" versi KBBI:

Kedua, dia dengan entengnya menyebut saya baperan. Ini sebuah sikap menghakimi yang seringkali melukai perasaan.

Apa sih sebenarnya menghakimi atau being judgemental itu?

Dilansir dari psychologytoday.com, judgemental adalah terlalu kritis dengan cara yang tidak membantu untuk menyelesaikan masalah atau tidak memberikan kritikan dengan cara yang baik.

Bagaimana cara saya menghadapinya?

Mudah saja: jauhi orangnya. Itu hal simpel yang saya lakukan yang nyatanya bikin hidup saya lebih tenang. Jangan ambil pusing kata-kata orang lain.

Maturity doesn’t mean age; it means sensitivity, manners, and how you react.

Ada percakapan yang menarik antara saya dan mama saya saat dia sedang mencuci baju sedangkan saya mengelus kucing di sebelahnya.

"Mah, emang ade (panggilan saya di rumah) itu terlalu mentingin beli barang-barang buat diri sendiri sampai enggak meduliin orang-orang rumah atau sekitar ade?"

Kucing saya.

Tiba-tiba mama saya menghentikan kegiatannya lalu duduk di sebelah saya dan bilang, "Hah siapa yang bilang? Itu orang kenal kamu udah berapa lama? Kok bisa-bisanya ngomong gitu? Asal ngomong aja, udah, temen kaya gitu mah ilang-ilangan."

"Yang tau kamu gimana kan keluarga, temen yang udah lama banget kenal kamu, dan diri kamu sendiri. Temen kamu yang udah 12 tahun sahabatan gak pernah ngomong kaya gitu," kata mama.

Mulai saat itu saya putuskan untuk menjauhi orang-orang toxic. kalau kata Blackpink dari lagu barunya mah ya:

Kredit foto: YG Entertainment.

But you'll never know unless you walk in my shoes 'Cause everybody sees what they wanna see It's easier to judge me than to believe

Intinya, boleh berpendapat atau mengkritik teman tapi lakukanlah dengan sopan dan gunakan kata-kata yang sesuai, karena ukuran baper seseorang itu beda-beda. Byeee.