Pelopor Jetpack Kini Sibuk Mengerjakan Proyek Mobil Terbang

Saat ini aktif menulis sebagai Editor di situs Sains & Teknologi pugam.com.
Tulisan dari Anggri Prasetia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Jetpack Aviation (JPA)
Mungkin Anda sudah tahu bahwa Jetpack bukan lagi sesuatu yang hanya bisa kita lihat di film-film atau di buku-buku fiksi ilmiah. Alat yang mampu membawa kita terbang tersebut sudah lama diperkenalkan oleh David Mayman dan Nelson Tyler dari Jetpack Aviation (JPA). Sekarang mereka berencana untuk melakukan hal yang sama dengan mobil terbang.
Melalui situs New Atlas (dulu Gizmag), David Mayman sebagai CEO sekaligus chief pilot JPA telah bercerita panjang lebar tentang proyek kendaraan multirotor berawak ini, termasuk konsep dan desainnya. Prinsip dasar kendaraan ini mengacu pada konsep vertical takeoff and landing (VTOL).
Dengan 6 baling-baling yang tersusun secara koaksial, kendaraan ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan 145 km/jam dan lepas landas atau mendarat secara vertikal sesuai dengan konsep dasar VTOL. Mayman mengatakan bahwa kendaraan ini dapat disimpan di garasi mobil pribadi karena hanya tersedia satu kursi saja di dalamnya. Jika Anda lihat dari fotonya, sekilas terlihat mirip dengan eHang.

Foto: Jetpack Aviation (JPA)

Foto: Jetpack Aviation (JPA)
"Salah satu keindahan dari penggerak bertenaga listrik adalah bahwa itu sangat scalable. Jika Anda ingin membuat kendaraan yang mampu menampung dua orang, Anda hanya perlu menambahkan daya pada motor listriknya," ujar Mayman kepada New Atlas saat dihubungi via telepon.

David Mayman (kiri) dan Nelson Tyler (kanan). (Foto: Jetpack Aviation)
Salah satu kelemahan dari teknologi tersebut saat ini berkaitan dengan kapasitas baterai. Jam terbang yang pendek belum bisa lepas ketika kita berbicara tentang kendaraan terbang bertenaga listrik. Namun, Mayman yakin masalah tersebut akan segera teratasi seiring dengan perkembangan teknologi baterai yang dilakukan oleh banyak perusahaan mobil listrik di seluruh dunia.
Laju inovasi teknologi saat ini telah membuat konsep mobil terbang relaitf mudah untuk dikembangkan. Jetpack Aviation bukan satu-satunya perusahaan yang berambisi menciptakan mobil terbang pertama. Salah satu pendiri Google, Larry Page telah berinvestasi pada dua perusahaan yaitu Zee.Aero dan Kitty Hawk untuk menciptakan mobil terbang, Airbus bekerja sama dengan Vahana untuk menciptakan mobil terbang otonom. Di China, eHang adalah pelopor sedangkan di Jerman e-Volo tengah berambisi menciptakan multikopter berawak pertama.
Tak hanya itu, co-founder Skype dikabarkan telah berinvestasi jutaan dollar untuk mengembangkan konsep mobil terbang super cepat yang mampu mencapai kecepatan 250 km/jam. Ini akan menjadi semacam kompetisi. Siapa yang akan lebih dulu mewujudkannya? Kita lihat saja nanti.
