Konten dari Pengguna

Sering Membelah agar Mudah Ditelan? Hati-hati, Tidak SemuaObat Boleh Dilakukan

Anggun

Anggun

Pharmacy Major,State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tablet obatnya terlalu besar, susah ditelan, lalu dibelah dua atau digerus jadi serbuk sebelum diminum. Solusi yang terasa masuk akal dan praktis ini dilakukan oleh banyak orang di rumah termasuk saat memberikan obat kepada anak-anak atau lansia yang kesulitan menelan. Sayangnya, kebiasaan yang tampaknya sepele ini bisa berakibat fatal jika dilakukan pada jenis obat yang salah.

Ilustrasi seorang pasien meminum obat.Photo by Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang pasien meminum obat.Photo by Gemini AI

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Zullies Ikawati, menegaskan bahwa kebiasaan menggerus obat tidak bisa dipukul rata untuk semua jenis obat. Formulasi obat-obatan tertentu dirancang sedemikian rupa untuk bekerja secara spesifik di dalam tubuh, dan mengubah bentuk fisiknya bisa merusak seluruh mekanisme kerja tersebut bahkan mengubah obat yang seharusnya menyembuhkan menjadi sesuatu yang berbahaya.

Mengapa Bentuk Fisik Tablet Itu Penting?

Tablet bukan sekadar serbuk obat yang dipadatkan. Setiap tablet dirancang dengan sistem pelepasan zat aktif yang sangat spesifik kapan obat mulai larut, di bagian mana saluran cerna obat diserap, dan seberapa cepat atau lambat zat aktifnya dilepaskan ke dalam tubuh. Semua ini ditentukan oleh lapisan, matriks, dan formulasi tablet yang tidak kasat mata.

Ketika tablet digerus atau dibelah sembarangan, seluruh sistem yang telah dirancang oleh para ahli farmasi ini hancur dalam hitungan detik. Akibatnya bisa sangat beragam: mulai dari obat yang tidak bekerja sama sekali, hingga efek yang justru berbahaya karena dosis yang seharusnya dilepaskan perlahan tiba-tiba masuk ke tubuh sekaligus.

Tiga Jenis Obat yang Paling Berbahaya jika Digerus atau Dibelah

Pertama adalah tablet salut enterik atau yang pada kemasannya tertulis enteric coated. Lapisan khusus pada tablet ini dirancang agar obat tidak larut di lambung, melainkan baru pecah di usus halus yang memiliki pH lebih basa. Tujuannya ada dua: melindungi dinding lambung dari iritasi zat aktif obat, atau melindungi zat aktif obat dari kerusakan akibat asam lambung.

Jika tablet salut enterik digerus, lapisan pelindung ini hancur sebelum waktunya. Zat aktif yang seharusnya baru dilepaskan di usus langsung berkontak dengan asam lambung bisa menyebabkan iritasi lambung yang hebat, atau justru membuat zat aktifnya rusak sebelum sempat diserap. Aspirin salut enterik adalah contoh paling umum yang sering digerus secara keliru di rumah tangga.

Ketiga adalah obat kemoterapi oral. Ini adalah kategori yang paling kritis dan paling sering diabaikan. Obat kemoterapi bersifat sitotoksik ia memang dirancang untuk membunuh sel, dalam hal ini sel kanker. Jika tablet ini digerus, serbuknya dapat menyebar ke udara dan terhirup atau menempel di kulit siapa pun yang ada di sekitarnya, termasuk yang menyiapkannya. Paparan terhadap zat sitotoksik ini bersifat karsinogenik, mutagenik, dan teratogenik berbahaya bagi siapa pun, terutama bagi ibu hamil.

Lalu, Obat Apa yang Boleh Digerus?

Tidak semua obat berbahaya jika dihancurkan. Tablet biasa tanpa lapisan khusus yang dalam istilah farmasi disebut uncoated tablet umumnya boleh digerus atau dibelah ini memang dirancang untuk fleksibilitas dosis, terutama untuk pasien anak atau lansia. Parasetamol tablet biasa, misalnya, adalah salah satu yang paling sering digerus di rumah sakit maupun di rumah dan ini aman dilakukan.

Patokan praktisnya jika kemasan tidak menyebutkan kode SR, ER, CR, XR, salut enterik, atau enteric coated, dan tabletnya tidak tampak memiliki lapisan mengkilap yang berbeda dari serbuk di dalamnya, tablet tersebut kemungkinan besar boleh digerus. Tetapi jika ragu, tanyakan langsung ke apoteker bukan ke mesin pencari.

Bagaimana jika Benar-Benar Sulit Menelan Tablet?

Kesulitan menelan tablet adalah masalah yang sangat nyata, terutama pada anak-anak, lansia, dan pasien dengan gangguan menelan. Solusinya bukan menggerus sembarangan, melainkan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk meminta alternatif bentuk sediaan yang tersedia misalnya versi sirup, kapsul yang bisa dibuka dan dicampurkan ke makanan tertentu, atau formulasi khusus yang memang dirancang untuk pasien dengan kesulitan menelan.

Beberapa obat juga memiliki garis tengah (score line) di permukaan tabletnya garis ini memang sengaja dibuat untuk menandakan bahwa tablet tersebut aman dibelah tepat di garis tersebut. Jika tidak ada garis tersebut, anggap obat tidak boleh dibelah.