Konten dari Pengguna

Mengangkat Giuseppe Garibaldi ke Lautan Nusantara: Momentum Strategis Indonesia

Anggun Adelia
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya
8 Desember 2025 13:26 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Anggun Adelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: freepik.com (Kapal induk bersandar di pelabuhan kota yang bersalju)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: freepik.com (Kapal induk bersandar di pelabuhan kota yang bersalju)
ADVERTISEMENT
Rencana akuisisi Giuseppe Garibaldi oleh TNI Angkatan Laut telah mencuri perhatian publik lokal juga oleh analisis pertahanan. Kapal induk ex-Italia ini dianggap berpotensi menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat bentuk maritim Indonesia bukan sekadar sebagai simbol kekuatan, tetapi sebagai katalis nyata bagi pengembangan industri pertahanan nasional. Di tengah dinamika geopolitik kawasan dan tantangan keamanan laut, keputusan membawa Garibaldi ke Nusantara patut ditelaah secara lanjut.
ADVERTISEMENT
Saya merasa bahwa jika kapal tersebut dipersiapkan dengan benar, baik dalam aspek pendanaan, modifikasi, dan dukungan industri lokal, akuisisi Garibaldi bisa menjadi langkah strategis bersejarah yang memperkuat kedaulatan dan kemandirian pertahanan Indonesia. Tanpa adanya kesiapan total, kapal itu hanya akan berakhir jadi "pajangan mahal" saja.

Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk dengan Jejak dan Potensi

Garibaldi dibangun oleh galangan kapal Italia, Fincantieri, dan mulai beroperasi sejak 1985. Kapal ini adalah kapal induk ringan pertama milik Angkatan Laut Italia dengan dek penerbangan penuh dan kemampuan STOVL (short take-off and vertical landing). Panjang sekitar 180,2 meter, dengan full-load displacement sekitar 14.150 ton. Propulsinya berasal dari empat turbin gas LM2500 (secara lisensi dari GE/Avio), memberi tenaga hingga 81.000 hp dan memungkinkan kecepatan lebih dari 30 knot serta daya jelajah sekitar 7.000 nautical miles.
ADVERTISEMENT
Garibaldi telah mengoperasikan helikopter, serta jet tempur STOVL seperti AV-8B Harrier II. Kapal ini juga dilengkapi sistem radar, pertahanan udara (peluncur rudal permukaan ke udara), sistem anti-kapal selam, serta sistem peperangan elektronik dan countermeasures. Garibaldi telah terlibat dalam berbagai operasi militer dan kemanusiaan di bawah bendera NATO.
Dengan rekam jejak seperti itu, kapal ini bukan sekadar "kapal tua bekas pakai", melainkan platform yang terbukti dengan jangkauan kapabilitas luas.

Alasan Mengapa Indonesia Butuh Giuseppe Garibaldi

Indonesia berada di jalur laut tersibuk di dunia dan punya wilayah laut yang sangat luas. Karena itulah, kemampuan TNI Angkatan Laut untuk hadir dan menjaga wilayah jauh dari pangkalan darat jadi sangat penting. kapal ini bisa membawa helikopter atau drone, beroperasi lama di laut, dan menjadi pusat koordinasi untuk berbagai misi. Indonesia yang mana adalah negara kepulauan perlu kapal yang bisa hadir jauh dari daratan, memiliki kapal yang bisa menjangkau laut mana pun adalah hal yang menguntungkan bagi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Keunggulan kapal besar seperti Garibaldi adalah fleksibilitasnya. la bukan sekadar kapal perang biasa tapi justru bisa jadi alat yang sangat efektif untuk berbagai kebutuhan seperti patroli laut, praktik keamanan maritim, pencarian dan pertolongan nelayan di tengah laut, serta bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana. Indonesia yang rawan gempa dan tsunami menjadikan kapal ini bisa berperan besar dalam operasi darurat membawa logistik, tenaga medis, hingga helikopter untuk jangkauan wilayah terpencil.
Salah satu rencana besar pemerintah adalah menjadikan Giuseppe Garibaldi sebagai "kapal induk drone". Jika Garibaldi diubah dan dilengkapi teknologi drone, Indonesia sedang naik kelas ke era alutsista modern yang lebih efisien dan ekonomis. Yang sering terlupa, pembelian kapal seperti ini sebenarnya bukan hanya transaksi alutsista. Ini bisa menjadi peluang emas bagi industri galangan kapal dan teknisi dalam negeri. Indonesia bisa ikut terlibat dalam perbaikan dan modifikasinya, belajar sistem teknis kapal besar, membangun kemampuan pemeliharaan sendiri, dan pelan-pelan mengurangi ketergantungan pada negara lain.
ADVERTISEMENT

Dilema Tantangan Nyata yang Membuat Indonesia Harus Berhati-Hati

Tentunya, kapal induk itu jelas bukan barang kecil. Ada hal-hal penting yang tidak boleh diabaikan, yakni biaya operasional jauh lebih besar daripada biaya beli, pembelian Garibaldi memang diperkirakan sekitar 450 juta dolar, tetapi ini baru permulaan. Kapal besar juga memerlukan biaya perawatan, awak kapal yang banyak, bahan bakar, pelatihan, serta kapal pendamping untuk keamanan. Garibaldi dulu digunakan untuk pesawat tempur jenis tertentu. Indonesia tidak punya pesawat yang kompatibel dengan hal itu. Karena itu, pemerintah perlu memutuskan apakah kapal ini benar-benar akan difokuskan untuk drone dan helikopter. Tanpa keputusan jelas, kapal mudah sekali tidak termanfaatkan.
Mengoperasikan kapal sebesar ini tidak seperti mengoperasikan kapal patroli biasa. Perlu teknisi, operator, pilot, ahli radar, dan awak kapal yang terlatih khusus. Pemerintah perlu memastikan bahwa proyek besar ini tidak mengurangi anggaran untuk sektor vital lain seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur. Transparansi sangat penting agar publik percaya bahwa pembelian ini bukan pemborosan semata.
ADVERTISEMENT

Garibaldi Sebaiknya Dilihat sebagai Kesempatan, Bukan Simbol Gengsi Semata

Saya melihat akuisisi Garibaldi bukan sebagai ajang pamer kekuatan, tetapi sebagai peluang langka bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dalam teknologi maritim. Sebuah negara kepulauan sebesar Indonesia memang seharusnya punya panggung besar untuk melindungi wilayah lautnya.
Peluang ini akan sia-sia kalau hanya digunakan sebagai simbol atau bahan propaganda. Indonesia harus memandang kapal ini sebagai langkah pertama menuju kemandirian pertahanan, bukan trofi politik. Kesuksesan Garibaldi sepenuhnya bergantung pada bagaimana kita mempersiapkan SDM yang ahli, industri yang mampu mendukung, dan strategi jangka panjang yang jelas. Tanpa itu semua, pembelian kapal induk hanya akan menjadi kerugian.

Penutup

Akuisisi Garibaldi bisa menjadi langkah penting bagi Indonesia, asalkan dilakukan dengan perhitungan dan persiapan matang. Kapal ini bisa meningkatkan kemampuan maritim, membantu operasi kemanusiaan, dan membuka jalan bagi modernisasi teknologi pertahanan. Manfaat itu hanya bisa diraih jika Indonesia benar-benar siap, mulai dari SDM, industri, hingga strategi jangka panjangnya.
ADVERTISEMENT
Garibaldi bukan sekadar kapal induk. la bisa menjadi titik awal transformasi pertahanan Indonesia. Tetapi hanya bila kita mengelolanya sebagai investasi strategi, bukan sekadar pencitraan saja.