Kuliah Gratis dan Mimpi Pendidikan Tinggi yang Merata

Mahasiswa Aktif Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Anggun Beauti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian anak muda, setelah resmi menamatkan pendidikan menengah maupun kejuruan bukan hanya tentang menentukan jurusan atau kampus impian. Ada pertanyaan yang seringkali muncul yakni terkait "Apakah kelak saya akan mampu melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi?" Pertanyaan tersebut tak serta merta muncul begitu saja tanpa alasan, melainkan keinginan melanjutkan pendidikan ke ranah yang lebih tinggi sering kali beriringan dengan pertimbangan dan kekhawatiran akan kondisi ekonomi keluarga. Biaya kuliah, kebutuhan hidup, hingga berbagai keperluan selama menempuh pendidikan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Karena itu, wacana kuliah gratis terdengar seperti sebuah pintu yang membuka harapan. Pendidikan tinggi yang sebelumnya terasa sulit dijangkau seolah segelintir orang dapat menjadi kesempatan yang lebih terbuka. Namun, benarkah ketika biaya kuliah digratiskan, pendidikan tinggi otomatis menjadi lebih merata? Atau justru masih ada persoalan lain yang perlu diperhatikan agar kesempatan untuk kuliah tidak hanya terbuka di awal, tetapi juga dapat dijalani hingga selesai?
Kuliah Gratis : "Sebuah Pintu yang Lebih Terbuka"
Dalam konteks ini, biaya pendidikan yang gratis dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Kebijakan ini dinilai tak hanya mengurangi kekhawatiran keluarga terhadap biaya kuliah, melainkan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mulai melanjutkan pendidikan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pendidikan tak seharusnya menjadi sebuah kesempatan yang hanya bisa dirasakan oleh sebagian orang yang memiliki ekonomi yang lebih memadai. Lebih daripada itu, setiap individu memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensinya, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya. Dalam jangka panjang, kesempatan tersebut juga dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan mampu mengambil peran di berbagai bidang.
Gratis kuliah berarti gratis sepenuhnya?
Makna kuliah gratis di sini tak serta-merta seluruh kebutuhan pendidikan menjadi gratis dan tanpa biaya. Merujuk pada pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, sedangkan pada ayat (2) secara khusus menyebut pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar. Hal ini berarti pada jenjang pendidikan tinggi, pembiayaan tidak secara konstitusional dinyatakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara. Di sisi lain, Pasal 31 ayat (4) mengamanatkan negara untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Karena itu, gagasan kuliah gratis perlu dilihat lebih luas, bukan hanya tentang membebaskan mahasiswa dari biaya kuliah, tetapi juga bagaimana memastikan mereka memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan tinggi.
Siapa yang Paling Membutuhkan Kesempatan Ini?
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukan tentang siapa yang memiliki kesempatan untuk bermimpi, tetapi juga tentang siapa yang memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Setiap tahun, ratusan bahkan jutaan anak muda lulus dengan bekal harapan dapat mewujudkan mimpinya menggenggam almamater yang selama ini mereka impikan, namun realita yang kian pahit memaksa mereka untuk bisa menerima fakta bahwa tak semua orang mampu melanjutkan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi karena terhalang dinding besar yang bernama biaya.
Data BPS melalui Sakernas Februari 2025 menunjukkan bahwa lebih dari separuh angkatan kerja Indonesia masih berpendidikan SMP ke bawah, sementara mereka yang berpendidikan diploma atau sarjana hanya sekitar 12,8%. Angka tersebut memperlihatkan bahwa akses menuju pendidikan tinggi masih menyisakan ruang yang besar untuk diperluas. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, program kuliah gratis perlu dioptimalkan agar kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tidak hanya menjadi milik mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih besar. Sebab, potensi seseorang semestinya tidak berhenti hanya karena keadaan ekonomi keluarganya.
Kuliah Gratis Bukan Akhir, Melainkan Awal
Kuliah Gratis bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang sesungguhnya. Sebuah perjalanan baru yang menuntut pembuktian diri melalui tanggung jawab dan kerja keras. Membuka akses bagi calon mahasiswa melalui pembebasan biaya kuliah tentu merupakan langkah penting, tetapi kesempatan tersebut perlu diikuti dengan dukungan agar mahasiswa dapat bertahan hingga menyelesaikan pendidikannya. Mahasiswa yang merupakan sasaran utama penerima bantuan "Kuliah Gratis" ini justru memikul tanggung jawab besar untuk menjaga performa akademik dan menyelesaikan studi tepat waktu sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada penyedia dana.
Dalam konteks pembahasan ini, pendidikan yang merata bukan hanya tentang siapa yang dapat memasuki perguruan tinggi, tetapi juga siapa yang mampu menjalani prosesnya secara layak hingga memperoleh gelar. Dengan demikian, keberhasilan kebijakan kuliah gratis tidak semata-mata diukur dari berapa banyak mahasiswa yang terbebas dari biaya kuliah, tetapi juga dari seberapa jauh kebijakan tersebut mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan dapat dijangkau oleh lebih banyak anak muda.
Mimpi yang Tak Semestinya Terhalang "Dinding" Biaya
Pada akhirnya, kuliah gratis bukan sekadar tentang menghapus angka pada lembar pembayaran, melainkan tentang membuka kesempatan yang mungkin sebelumnya terasa begitu jauh. Setiap anak muda berhak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menentukan masa depannya tanpa harus menjadikan kondisi ekonomi sebagai batas atas cita-citanya.
Setiap orang berhak memiliki impian yang besar. Mimpi adalah satu-satunya hal di dunia ini yang tidak dapat dihargai dengan uang. Ia bebas dimiliki oleh siapa saja, baik oleh mereka yang hidup dalam kelimpahan, maupun mereka yang harus berjuang keras hanya untuk menyambung hari.
