Konten dari Pengguna

Dari Pestapora hingga YE, Konser Besar Ikut Menggerakkan Roda Ekonomi Jakarta

Angie Febia Syafa

Angie Febia Syafa

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Angie Febia Syafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pestapora hingga YE, Sumber: Dok. Pribadi/AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pestapora hingga YE, Sumber: Dok. Pribadi/AI

Jakarta tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga semakin berkembang sebagai salah satu pusat industri hiburan dan ekonomi kreatif. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya konser dan festival musik berskala besar yang digelar di Ibu Kota. Dalam beberapa waktu terakhir, Pestapora dan konser The Weeknd menjadi perhatian publik. Tidak berhenti di sana, persiapan konser YE atau Kanye West juga turut menambah daftar pertunjukan internasional yang akan berlangsung di Jakarta.

Menariknya, berbagai acara tersebut bukan hanya memberikan hiburan bagi penonton. Di balik panggung dan ribuan penonton, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor. Mulai dari transportasi, hotel, restoran, UMKM, pekerja kreatif, hingga jasa penyelenggara acara.

Rp250 Miliar Berputar dalam Dua Hari

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser terlihat dari laporan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut gelaran Pestapora dan konser The Weeknd selama dua hari menghasilkan pergerakan ekonomi hampir Rp250 miliar di Jakarta. Angka tersebut disampaikan pada 28 September 2026 berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah.

Pestapora 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, di Gambir Expo JIExpo Kemayoran. Festival tersebut menghadirkan puluhan ribu pengunjung dan ratusan guest star. Sementara itu, The Weeknd menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS) pada 26–27 September 2026.

Perputaran uang tersebut tentu tidak hanya berasal dari pembelian tiket. Ketika ribuan orang datang ke Jakarta untuk menghadiri acara, mereka membutuhkan transportasi, makanan, minuman, tempat menginap, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Efek Domino bagi Pelaku Usaha

Konser besar dapat menciptakan efek domino bagi perekonomian. Penonton yang datang dari luar Jakarta, misalnya, berpotensi menggunakan hotel atau penginapan, menggunakan transportasi umum maupun layanan perjalanan, serta mengunjungi tempat makan dan pusat perbelanjaan.

Pelaku UMKM juga dapat memperoleh peluang dari meningkatnya jumlah orang di sekitar lokasi acara. Pedagang makanan, minuman, merchandise, jasa transportasi, hingga penyedia berbagai kebutuhan pendukung acara dapat ikut merasakan peningkatan permintaan.

Artinya, satu konser dapat melibatkan banyak kegiatan ekonomi di luar area venue. Uang yang dikeluarkan penonton kemudian berpindah dari satu pelaku usaha ke pelaku usaha lainnya. Inilah salah satu alasan mengapa acara hiburan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar transaksi tiket.

YE dan Potensi Ekonomi Berikutnya

Setelah Pestapora dan The Weeknd, perhatian juga tertuju pada konser YE Live in Jakarta. YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, dijadwalkan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Informasi tersebut tercantum dalam agenda Kementerian Ekonomi Kreatif dan situs resmi YE.

Konser ini menjadi pertunjukan perdana YE di Indonesia dan disebut sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dalam rangkaian tur YE 2026. Karena masih akan berlangsung, dampak ekonominya belum dapat disamakan dengan angka Rp250 miliar yang telah dilaporkan untuk Pestapora dan The Weeknd.

Namun, persiapan konser internasional berskala besar seperti ini sudah membuka peluang bagi berbagai pekerja dan pelaku industri kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut keterlibatan konser internasional dapat mencakup pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, dan berbagai talenta kreatif lainnya.

Konser Bukan Sekadar Hiburan

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri musik memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi. Ketika sebuah konser menghadirkan ribuan atau bahkan puluhan ribu orang, kebutuhan ekonomi di sekitarnya ikut meningkat.

Bagi Jakarta, keberadaan konser internasional juga dapat memperkuat ekosistem industri kreatif dan membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal. Namun, besarnya dampak ekonomi tentu bergantung pada jumlah pengunjung, lama kegiatan, asal penonton, pola belanja, serta sektor usaha yang terlibat.

Dengan semakin banyaknya acara musik berskala nasional dan internasional, Jakarta memiliki peluang untuk terus mengembangkan industri pertunjukan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Pada akhirnya, konser bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang bagaimana ribuan aktivitas di belakangnya ikut menggerakkan roda ekonomi.