Konten dari Pengguna

Panic To Magic: Potret Suara Akar Rumput Merekam Krisis Ekologis

Anhar Widodo
Penulis, Public Speaker, Freelance Copywriter, ASN di ISI Solo, Pembina LPM Intuisi, Pengurus MD Kahmi Kota Surakarta.
24 November 2025 13:36 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Panic To Magic: Potret Suara Akar Rumput Merekam Krisis Ekologis
Program Ekologi Visual Nusantara: Potret Krisis dan Inovasi Seni untuk Kesadaran Lingkungan merupakan salah satu proyek penerima Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Pendanaan 2025
Anhar Widodo
Tulisan dari Anhar Widodo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Program Ekologi Visual Nusantara: Potret Krisis dan Inovasi Seni untuk Kesadaran Lingkungan merupakan salah satu proyek penerima Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Pendanaan 2025, sebuah program resmi yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Program ini dirancang untuk mendorong praktik seni sebagai solusi kreatif yang berakar pada riset, kolaborasi komunitas, dan pemecahan isu-isu sosial di tingkat lokal.
Presentasi Tim PISN ISI Solo dengan Komunitas Panggung Perwira. (Foto: dok. Tim)
zoom-in-whitePerbesar
Presentasi Tim PISN ISI Solo dengan Komunitas Panggung Perwira. (Foto: dok. Tim)
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen lintas ilmu dan program studi asal ISI Solo. Diketuai oleh Endang Purwasari dari Program Studi Destinasi Pariwisata dan beranggotakan Varatisha Anjani Abdullah dari Program Studi Fotografi, Dwi Putri Nugrahaning Widhi dari Film dan Televisi, Dessy Rachma Waryanti dari Seni Intermedia dan Kristina Novi Susanti dari Program Studi Tata Kelola Seni. Dalam implementasinya di Yogyakarta, tim pelaksana PISN bekerja sama dengan Komunitas Panggung Perwira di Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul—komunitas seni tradisi yang digerakkan oleh pemuda dan pemudi desa—untuk mengembangkan pendekatan seni sebagai media advokasi ekologis.
ADVERTISEMENT
Program ini lahir dari meningkatnya krisis lingkungan di Yogyakarta. Peningkatan suhu udara, menyusutnya ruang hijau, perubahan kualitas sungai, dan terutama persoalan sampah yang memuncak setelah penutupan TPSa Piyungan menjadi pendorong utama kolaborasi ini. Kondisi tersebut mengungkap betapa rentannya sistem pengelolaan sampah perkotaan sekaligus semakin menegaskan pentingnya literasi lingkungan bagi masyarakat.
Suasana workshop kegiatan Program Ekologi Visual Nusantara: Potret Krisis dan Inovasi Seni untuk Kesadaran Lingkungan (Foto: dok. Tim)
Sebagai bagian dari PISN, proyek ini menggelar rangkaian workshop yang mencakup fotografi dokumenter, teknik narasi visual, citizen journalism, hingga pengenalan motion infographic sebagai media kampanye ekologis. Pemudi dan pemuda Komunitas Panggung Perwira dibekali keterampilan teknis mulai dari pemotretan, penyuntingan visual, hingga penulisan pesan-pesan ekologis berbasis riset lapangan.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kreatif komunitas, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam memahami data lingkungan, menganalisis situasi pasca-penutupan TPSa Piyungan, dan menerjemahkan keresahan ekologis menjadi karya visual yang komunikatif. Rangkaian kegiatan PISN 2025 ini ditutup dengan festival seni dan pameran bertajuk “Panic to Magic”, sebuah presentasi publik atas karya foto dokumenter dan motion infographic yang diproduksi bersama warga. Judul ini merangkum perjalanan emosional dan kreatif komunitas: dari kepanikan menghadapi perubahan lingkungan menuju lahirnya “magic”—keajaiban kecil yang tumbuh dari tindakan bersama, kreativitas warga, serta keberanian menghadapi krisis.
Tugas dan pekerjaan dilakukan dengan semangat dan senang-senang juga (Foto: dok. Tim)
Karya-karya tersebut menangkap dinamika warga Panggungharjo dalam merespons kondisi ekologis yang berubah, termasuk inisiatif warga mengelola sampah, mengaktifkan ruang-ruang kreatif desa, serta membangun kesadaran ekologis melalui seni. Dengan konteks budaya Yogyakarta yang kaya, pameran ini menjadi platform dialog antara seni, komunitas, dan isu lingkungan.
ADVERTISEMENT
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) merupakan program pendanaan nasional di bawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yang bertujuan mendorong inovasi seni berbasis riset, penguatan komunitas, dan penerapan teknologi kreatif. Program ini menjadi wadah bagi seniman, akademisi, dan komunitas untuk merancang solusi artistik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. []