Mengapa Apresiasi Terhadap Drama Itu Penting?

Saya Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ani Rindiyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Apresiasi
Menurut tokoh Aminudin (1987:34) mengemukakan bahwa apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin, dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. Apresiasi dikembangkan dengan menumbuhkan sikap sungguh-sungguh dan melaksanakan kegiatan apresiasi sebagai bagian hidupnya dan sebagai satu kebutuhan yang mampu memuaskan rohaniahnya.
Pengertian Drama
Menurut tokoh Herman J. Waluyo (2002: 44) berpendapat bahwa apresiasi biasanya dikaitkan dengan seni. Apresiasi drama berkaitan dengan kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan drama, yaitu mendengar dan berakting dengan penuh penghayatan yang sungguh-sungguh. Kegiatan ini membuat orang mampu memahami drama secara mendalam, merasakan cerita yang ditayangkan, serta mampu menyerap nilai-nilai yang terkandung dalam drama dan menghargai drama sebagai seni dengan kelebihan dan kelemahannya.
Bahwa apresiasi drama dapat disimpulkan sebagai kemampuan untuk memahami, menilai, dan menikmati karya drama dengan mendalami unsur-unsur, dan ekspresi yang terkandung didalamnya. Mengapresiasi drama berarti menilai dan menghargai kualiatas karya sastra drama berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang jelas.
Unsur-unsur Drama
Dalam drama ada 2 unsur yang harus diperhatikan yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
1. Unsur intrinsik
Unsur pembangun drama diawali dengan unsur-unsur seperti alur,tokoh,latar,tema,amanat serta unsur lainnya yang saling mengait.
a. Alur, merupakan rangkaian suatu peristiwa atau kejadian yang membentuk jalannya cerita dari awal hingga akhir.
b. Tokoh, orang yang berperan menjadi pelaku dalam cerita.
c. Latar/setting, tempat terjadinya suatu cerita. Latar atau setting mengacu pada segala keterangan tempat, waktu, ruang, dan suasana peristiwa dalam drama.
d. Tema, ide atau gagasan pokok yang terkandung dalam cerita.
e. Amanat, pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam cerita.
f. Gaya Bahasa, suatu bahasa yang digunakan untuk berdialog antar pemain atau antar tokoh.
g. Sudut Pandang, cara atau posisi dari mana seseorang melihat atau menilai suatu peristiwa, objek, atau situasi dalam cerita.
2. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik drama adalah unsur-unsur yang membantu jalannya drama dari luar struktur drama itu sendiri. Unsur ekstrinsik drama meliputi:
a. Biografi pengarang, dapat dipergunakan untuk menerangkan dan menjelaskan proses terciptanya suatu karya sastra.
b. Sosial budaya dan masyarakat, unsur yang berkaitan dengan biografi pengarang yang menyangkut latar sosial budaya masyarakat yang terkait dengan karya sastra.
Pentingnya mengapresiasi karya drama adalah kita sebagai penonton harus menghargai drama bukan hanya tentang menonton atau membaca pertunjukan, tetapi juga tentang memahami dan menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Drama dapat memberikan banyak manfaat bagi kita, baik dalam hal hiburan, pendidikan, maupun pengembangan diri. Mengapresiasi drama juga dapat menjadi cara untuk mendukung para seniman dan pelaku seni. Dengan menonton pertunjukan drama, kita turut berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya di Indonesia.
