Kisah Anung Gunawan: 'Pak Ogah' di Yogyakarta yang Gemar Sapa Pengguna Jalan

Ani Wijayanti
Mahasiswi Akademi Komunikasi Radya Binatama Jurusan Broadcasting
Konten dari Pengguna
1 Februari 2023 7:47 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ani Wijayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
jaAktivitas Bapak Anung Sebagai Pak Ogah. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
jaAktivitas Bapak Anung Sebagai Pak Ogah. Foto: Dok. Pribadi
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berbicara soal pekerjaan di Indonesia itu sangat banyak, di setiap sektor pasti memiliki para pekerja yang bekerja di sana. Namun, tak boleh lupa banyak orang-orang yang juga melakukan tertentu, seperti yang kita sering sebut sebagai pak ogah.
ADVERTISEMENT
Anung Gunawan, seorang pria yang bekerja sebagai pak ogah di Jalan Ring Road, Kranggahan II, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa, Yogyakarta, ini selalu berusaha berinteraksi dengan para pengendara.
Sebab, menurut beliau, berinteraksi dengan pengendara merupakan cara untuk menikmati profesi yang digelutinya agar tidak bosan.
“Kalau konsentrasi penuh enggak bisa saya, kadang bilang hati-hati di jalan, kadang dikasih sama orang ya terima kasih, lancar rezekinya besok bos gitu, dan kalo ada anak kecil tak pegang biar mentalnya berani ketemu sama orang,” kata Anung.
Anung mulai bekerja pada pukul 07.30 dan pulang ke rumah pukul 18.00. Setidaknya dalam sehari Anung bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp 80 ribu per hari
Interaksi Yang Dilakukan Bapak Anung. Foto: Dok. Pribadi
Tentu saja selama menjadi pak ogah, Anung memiliki suka duka yang dialaminya. Namun, beliau merasa senang dan bangga bisa membantu orang banyak, belum lagi jika ada yang membutuhkan pertolongan, beliau sebisa mungkin membantu dan mengurusnya hingga selesai.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya itu, dalam pekerjaannya Anung membawa handy talkie yang terhubung dengan kepolisian dan relawan untuk berkomunikasi jika terjadi hal yang dibutuhkan seperti kecelakaan, mobil mogok, atau hal penting lainnya. Beliau juga sering memberikan salam hormat kepada kepolisian dan TNI yang melintas.
“Kerja gini kan orang enggak tahu gimana, yang tahu sendiri, yang ngerasain saya. Orang mau ngomong apa ya terserah, yang penting saya ikhlas bantu orang banyak,” ujar Anung.
Pekerjaan sebagai pak ogah juga sering dipandang sebelah mata oleh orang banyak.
“Sebisa mungkin kita jangan meremehkan pekerjaan orang lain, kan kita gak tahu perjuangannya. Saya tuh kehujanan sama kepanasan tapi saya selalu semangat dan menghargai pekerjaan ini,” tambahnya.
Bapak Anung Melayani Pengendara. Foto: Dok. Pribadi
“Kerja gini kan orang gak tahu gimana, yang tahu sendiri, yang ngerasain saya. Orang mau ngomong apa ya terserah, yang penting saya ikhlas bantu orang banyak,” kata Bapak Anung. Beliau mengatakan menjadi Pak Ogah sering dipandang sebelah mata. “Sebisa mungkin kita jangan meremehkan pekerjaan orang lain, kan kita gak tahu perjuangannya. Saya tuh kehujanan sama kepanasan tapi saya selalu semangat dan menghargai pekerjaan ini,” beliau menambahkan.
ADVERTISEMENT