Mahasiswa FBD UB 19 Mengenalkan Pentingnya Edukasi Seks Sejak Dini

Mahasiswa jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ANINDITA KALISHA RAHMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang, 22 Juli 2025
Program kerja dengan tema “Literasi Edukasi dan Sosial” berhasil diselenggarakan oleh kelompok mahasiswa FBD 19 FISIP UB. Salah satu anggota kelompok FBD 19, Anindita Kalisha Rahma mengajarkan pentingnya sex education untuk para siswi SDN 01 Sukolilo. Penyampaian materi ini diberikan judul "Kenali, Jaga, Ceritakan". Edukasi ini ditujukan untuk menyadarkan pentingnya kesadaran mengenai masa pubertas, menjaga batasan tubuh, dan pencegahan kekerasan seksual.
Pelaksanaan program kerja ini bertepatan pada tanggal 22 Juli 2025, bertempat di ruang kelas 5, SDN 01 Sukolilo yang berlokasi di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dari kegiatan ini Anindita Kalisha Rahma menghasilkan suatu karya berupa poster mengenai masa pubertas pada anak perempuan. Dirancang dengan bahasa ramah serta visual yang menarik, poster ini dibawakan selaras dengan pengajaran materi secara informatif dan interaktif. Tidak hanya dijadikan sebagai media pembelajaran, poster ini dapat memberikan manfaat secara jangka panjang sebagai sarana informasi yang ditempelkan di ruang kelas.
Siswi kelas 5 dan 6 menjadi sasaran target dari program edukasi ini. Anindita menganggap bahwa melibatkan siswi kelas 5 dan 6 merupakan keputusan yang tepat dikarenakan siswi di tahap ini sedang berada di tahap peralihan masa remaja. Anindita turut berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu mereka siap menghadapi masa pubertas sekaligus menjadi langkah untuk menjaga area tubuh privasi mereka.
Dari adanya kegiatan ini, siswi kelas 5 dan 6 SDN 01 Sukolilo dapat memperoleh manfaat terkait pengetahuan dasar perubahan pada masa pubertas, menjaga batasan tubuh, serta mengenali dan menanggulangi kekerasan seksual. Selain itu, pihak sekolah turut mendapatkan manfaat melalui poster edukatif yang dapat digunakan sebagai alat pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Sering kali siswi sekolah dasar tidak memiliki akses yang memadai terhadap akses informasi yang tepat, khususnya tentang sex education. Ditambah, minimnya edukasi seks sejak dini menjadikan mereka rentan terhadap rasa kebingungan, kurangnya keberanian, serta kesadaran terkait perilaku yang mengarah kepada kekerasan seksual. Menjadikan siswi sekolah dasar sebagai sasaran merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa Sukolilo dikemudian hari demi keberlanjutan hidup di lingkungan bermasyarakat yang aman. Terutama di masa sekarang perempuan merupakan objek yang rentan dijadikan sebagai target kekerasan seksual.
“Dengan adanya edukasi berbasis interaktif ini, saya berharap siswi-siswi SDN 01 Sukolilo dapat mulai bisa menyadari, menjaga diri, dan lebih berani lagi sebagai seorang perempuan. Saya juga berharap bahwa mereka tidak perlu malu dengan perubahan yang dialami dari masa pubertas, ” ujar Anindita Kalisha Rahma.
Bersama dengan mahasiswa lainnya, Anindita merancang materi yang perlu disampaikan. Khusus untuk pubertas sendiri dimuat ke dalam poster yang terdiri dari jenis perubahan yang terjadi pada remaja perempuan yaitu, perubahan tubuh, perubahan pikiran, dan perubahan emosi. Untuk menarik perhatian, desain dengan visual dan warna yang identik dengan anak perempuan dipilih oleh Anindita. Poster dengan judul “Mengenal Masa Pubertas pada Anak Perempuan” merupakan karya utama yang ditujukan untuk pihak sekolah sebagai media belajar para siswi SDN 01 Sukolilo.
Pelaksanaan program kerja ini mendapat respon terbuka dan positif dari pihak sekolah, khususnya dari Kepala Sekolah SDN 01 Sukolilo. Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya kegiatan. Edukasi mengenai seks sejak dini dianggap sangat penting dan relevan, terutama bagi para siswi dalam masa peralihan remaja.
Edukasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang sadar akan pentingnya hak atas tubuh sendiri dan mampu menjaga kesehatan mental maupun fisiknya. Harapan lainnya, kegiatan ini dapat menjadi pemantik untuk menghadirkan ruang aman dan edukatif bagi anak-anak khususnya di Desa Sukolilo.
