Peduli Lingkungan dan Sayangi Mental dengan Ajak Remaja Junk Journaling yuk Mom!

Penulis yang juga pemerhati gender dan aparatur sipil negara
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari anindita sekarpuri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isu lingkungan hidup semakin hari semakin mendesak untuk ditangani bersama dengan adanya perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan lingkungan telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam. Sebagai bagian dari upaya global, Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi pedoman penting dalam pembangunan inklusif dan berkelanjutan, termasuk pada aspek pelestarian lingkungan hidup terutama pada SDG ke 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim dan SDG ke 15 yaitu Kehidupan di Darat.
Isu lingkungan selalu dekat dengan mama karena karena ia berperan sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di atasnya, seperti bagaimana seorang ibu merawat dan memberi kehidupan kepada anaknya. Bumi menyediakan semua kebutuhan dasar, seperti makanan, air, dan tempat tinggal, serta menjaga keseimbangan alam. Konsep ini juga mencakup ide bahwa bumi adalah tempat lahir dan tempat kita akan kembali, menunjukkan keterikatan yang kuat antara manusia dan alam. Oleh karenanya kita mengenal istilah Mother Earth/Ibu Bumi atau Ibu Pertiwi di Indonesia.
Remaja Peduli Lingkungan Dimulai Dari Keluarga
Remaja sebagai bagian dari Generasi Berencana (GenRe) memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. Melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif, remaja desa dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan di komunitasnya. Kemendukbangga (Kementerian Penduduk dan Pembangunan Keluarga Bangga) sebagai motor penggerak program Bangga Kencana mendukung penuh keterlibatan remaja dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan hidup.
Salah satunya yaitu kegiatan “RASA RINDU” (Remaja Desa Beraksi Sayangi, Pelihara, Lindungi Bumi) yang diinisiasi pada bulan Mei 2025 ini di Babakan Madang Sentul Jawa Barat. Dari kegiatan ini, diharapkan muncul semangat kolektif remaja dan kebersamaan bersama keluarga dalam menggerakkan aksi lingkungan yang konkret, terukur, dan berdampak jangka panjang. Junk Journaling menjadi pilihan kegiatan perdana yang diisi oleh kak Neni Marlina, penggiat kepedulian pada lingkungan hidup yang juga seorang ibu.
Manfaat Junk Journaling bagi Mental
Apa saja sih mam manfaat Junk Journaling?
Mengurangi Stres dan Kecemasan: Junk journaling memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran secara bebas, tanpa tekanan untuk membuat karya yang sempurna. Proses menempel, memotong, dan menyusun bahan-bahan di jurnal bisa memberikan rasa tenang dan fokus.
Meningkatkan Kreativitas: Mencari dan menggunakan barang-barang bekas untuk membuat jurnal mendorong kita untuk berpikir kreatif dan menemukan cara baru untuk mengekspresikan diri.
Melatih Kesadaran Diri: Proses junk journaling, termasuk memilih bahan, menempel, dan menyusunnya, bisa membantu kita untuk lebih fokus pada momen sekarang dan meningkatkan kesadaran diri.
Menumbuhkan Rasa Syukur: Jurnal sampah mengajak kita untuk menemukan makna dalam hal-hal yang tampaknya tidak penting, seperti barang-barang bekas yang memiliki cerita dan nilai tersendiri.
Alternatif Journaling yang Lebih Santai: Junk journaling tidak memerlukan banyak waktu atau persiapan, sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang kesulitan untuk menulis jurnal secara rutin.
Ekspresi Seni yang Unik: Junk journaling memungkinkan kita untuk menciptakan karya seni yang unik dan personal, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang unik dan tidak biasa.
Abadikan Momen dan Kenangan: Jurnal sampah bisa menjadi tempat untuk menyimpan kenangan, foto, tiket, dan barang-barang lain yang berharga, serta untuk mencatat momen-momen penting dalam hidup.
Meningkatkan Keterampilan: Junk journaling bisa membantu kita untuk meningkatkan keterampilan dalam seni dan keterampilan manual, seperti memotong, menempel, dan menyusun.
Daur Ulang dan Menjaga Lingkungan: Dengan menggunakan bahan-bahan bekas, junk journaling juga berkontribusi dalam upaya daur ulang dan menjaga lingkungan
Manfaat Remaja Peduli Lingkungan dan Masyarakat
Apa saja sih mom manfaat remaja peduli lingkugan ini?
1. Membangun Karakter Positif
Remaja yang aktif dalam kegiatan lingkungan akan terlatih untuk:
• Bertanggung jawab terhadap alam dan sesama
• Memiliki empati sosial dan kesadaran kolektif
• Berdisiplin dalam menjaga kebersihan dan keteraturan
2. Menjadi Agen Perubahan (Change Maker)
Remaja punya energi, kreativitas, dan jejaring sosial yang luas. Dengan itu, mereka dapat:
• Menyebarkan nilai-nilai peduli lingkungan melalui media sosial
• Menginisiasi gerakan komunitas (contoh: bank sampah remaja, taman hijau komunitas)
• Menularkan semangat gotong royong dan peduli sesama
3. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Keterlibatan remaja secara langsung mendukung beberapa poin SDGs, seperti:
• SDG 13: Penanganan perubahan iklim
• SDG 15: Menjaga ekosistem darat
• SDG 11: Kota dan permukiman yang berkelanjutan
• SDG 4: Pendidikan berkualitas, khususnya pendidikan karakter dan lingkungan
4. Meningkatkan Kualitas Hidup Komunitas
Remaja yang aktif bisa berkontribusi nyata dalam:
• Mengurangi pencemaran dan risiko penyakit melalui kebersihan lingkungan
• Membantu masyarakat memahami pentingnya daur ulang dan konservasi
• Membentuk masyarakat yang sehat, bersih, dan berkelanjutan
5. Menjadi Teladan dan Inspirasi bagi Anak Muda Lainnya
• Remaja yang beraksi peduli lingkungan dapat menjadi role model di sekolah, desa, atau komunitasnya.
• Mereka juga memberi harapan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, oleh siapa saja.
6. Mengembangkan Potensi Diri
Kegiatan sosial-lingkungan memberi ruang untuk:
• Belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen proyek
• Meningkatkan rasa percaya diri dan kapasitas kerja tim
• Menggali kreativitas dalam menciptakan solusi lokal untuk masalah global
Yuk mom, sebagaimana lagu selalu ada di nadimu semoga dengan kegiatan Junk Journaling ini, di setiap lembarnya akan terlantunkan lirik berikut
Kala nanti badai 'kan datang
Angin akan buat kau goyah
Maafkan, hidup memang
Ingin kau lebih kuat
Andaikan saat itu datang
Kami tak ada menemani
Aku ingin kau mendengar
Nyanyianku di sini
