Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Tingkatkan Daya Saing UMKM melalui Kolaborasi Multi Sektor

Anindita Zhafirah

Anindita Zhafirah

Mahasiswa di Universitas Diponegoro

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anindita Zhafirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 85 UNDIP Kelompok 1 berfoto bersama usai melaksanakan program pemberdayaan UMKM di RW 01 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 85 UNDIP Kelompok 1 berfoto bersama usai melaksanakan program pemberdayaan UMKM di RW 01 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Mahasiswa Tim 85 KKN Tematik IDBU Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kelompok 1 di RW 01 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang melaksanakan program kerja lintas keilmuan untuk menjawab keresahan masyarakat melalui upaya peningkatan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di RW 01 Kelurahan Tambangan.

Pelaksanaan program diawali dengan SIKEMAS (Sistem Kemasan Aman dan Sehat) yang digagas oleh Anindita Zhafirah Kurniawati, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan UNDIP. Program ini dirancang untuk mengedukasi pelaku UMKM setempat mengenai jenis-jenis kemasan pangan yang aman digunakan, potensi bahaya kemasan berbahan berisiko, serta cara memilih dan mengelola kemasan sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Melalui materi ini, pelaku UMKM diharapkan lebih memahami pentingnya kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan.

Mahasiswa KKNT Undip Melakukan Penyuluhan SIKEMAS (Sistem Kemasan Aman dan Sehat)

Tidak hanya mengedepankan tampilan kemasan yang menarik, SIKEMAS menekankan pentingnya aspek keamanan pangan. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui praktik langsung di lapangan. Peserta diajak memeriksa kode plastik pada kemasan produk mereka, seperti kemasan plastik pada leker, untuk memastikan kemasan yang digunakan memenuhi standar food grade dan aman bagi pangan. Mereka juga dikenalkan berbagai jenis bahan kemasan yang sesuai untuk pangan, sekaligus mempraktikkan teknik pengemasan higienis agar produk lebih tahan lama dan tetap berkualitas. Harapannya, melalui SIKEMAS, pelaku UMKM di RW 01 Kelurahan Tambangan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Kemudian, program kedua yang dilaksanakan bertema “Stok Aman, Pangan Tahan, Catatan Jalan: Ayo Gunakan FIFO (First In First Out) dan SIAPIK untuk UMKM” yang diinisiasi oleh Rizky Tsaniyatun Rofi’ah, mahasiswi Program Studi Akuntansi. Program ini berfokus pada optimalisasi manajemen stok dan pencatatan keuangan UMKM yang terintegrasi menggunakan aplikasi SIAPIK. Melalui program ini pelaku UMKM RW 01 Kelurahan Tambangan diperkenalkan dengan metode persediaan FIFO (First In First Out) beserta manfaatnya bagi keberlangsungan usaha mereka. Melalui sosialisasi ini, pelaku UMKM RW 01 Kelurahan Tambangan diharapkan dapat menerapkan pengelolaan stok yang lebih efektif dan mampu meminimalkan potensi kerugian sehingga mendukung keberlangsungan usaha secara optimal.

Mahasiswa KKNT Undip Melakukan Penyuluhan Metode Persediaan FIFO dan SIAPIK

Selain manajemen stok, program ini juga memperkenalkan SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) dari Bank Indonesia sebagai sarana pencatatan keuangan digital yang praktis dan mudah digunakan. Materi disampaikan secara interaktif melalui praktik langsung, di mana peserta membuat akun, memasukkan harga produk, mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran, hingga menghasilkan laporan keuangan secara otomatis. Peserta juga diarahkan untuk memahami manfaat SIAPIK dalam memantau arus kas secara real time, menyusun laporan keuangan yang rapi, dan meningkatkan peluang memperoleh akses permodalan. Melalui penerapan SIAPIK harapannya pelaku UMKM di RW 01 Kelurahan Tambangan dapat menerapkan tata kelola keuangan yang lebih profesional, transparan, dan mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program ditutup dengan penyuluhan hukum terkait legalitas UMKM dengan tema “Sapa UMKIM: Legalitas Aman, Usaha Nyaman”. Penyuluhan legalitas yang dilaksanakan oleh Finnova Khairullah Tholemadia, mahasiswa Program Studi Hukum tersebut mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT), dan Sertifikat Halal. Mayoritas pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner diberikan penyuluhan mengenai pentingnya legalitas usaha dan prosedur pengajuan permohonan izin usaha melalui laman One Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan BKPM. Kegiatan ini bertujuan membentuk pelaku usaha yang lebih sadar aturan serta meningkatkan daya saing UMKM.

Mahasiswa KKNT Undip Melakukan Penyuluhan Legalitas Usaha

Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU Tim 85 UNDIP tidak hanya hadir untuk berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan fondasi penting bagi peningkatan kualitas dan daya saing UMKM di RW 01 Kelurahan Tambangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu perubahan positif sekaligus contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun perekonomian lokal. Kehadiran mahasiswa tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi juga mendorong penerapan praktik yang berkelanjutan, sehingga UMKM setempat mampu berkembang, bertahan, dan bersaing di tengah tantangan pasar yang semakin dinamis. RW 01 Kelurahan Tambangan kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas usaha, tetapi juga simbol semangat kolaborasi untuk tumbuh bersama.

Penulis:

  1. Anindita Zhafirah Kurniawati

  2. Rizky Tsaniyatun Rofi’ah

  3. Finnova Khairullah Tholemadia

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):

  1. Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T.,M.T.

  2. Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T