Mahasiswi KKN UNDIP Olah Singkong Jadi Nugget Bergizi untuk PMT Warga Tambangan

Mahasiswa di Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Anindita Zhafirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelurahan Tambangan, 9 Agustus 2025 — Singkong selama ini kerap dianggap pangan sederhana yang hanya diolah secara tradisional. Padahal, bahan pangan lokal ini memiliki kandungan karbohidrat tinggi, serat, dan berbagai mikronutrien yang bermanfaat bagi kesehatan. Di RW 01 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang, singkong termasuk hasil pertanian yang melimpah, namun umumnya hanya dijual mentah saja.
Kondisi ini menjadi latar belakang Anindita Zhafirah Kurniawati, mahasiswi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro, untuk menghadirkan inovasi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis singkong melalui program “SiKepo: Singkong Kaya Potensi” dalam kegiatan KKN-T IDBU Tim 85 Locavore Kelompok 1. Program ini sejalan dengan upaya peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diakses dan terjangkau.
“Singkong di sini melimpah, tetapi jarang diolah menjadi produk bernilai tambah. Saya ingin membuktikan singkong bisa menjadi PMT sehat, murah, dan berpotensi usaha,” ujar Anindita.
Kegiatan dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Vitamin Nasional pada kegiatan Posyandu RW 01. Dalam kesempatan tersebut, Anindita mendemonstrasikan pembuatan nugget singkong bergizi lengkap dengan tips pengolahan yang tepat. Prosesnya diawali dengan pra-treatment untuk menurunkan kadar asam sianida (HCN) pada singkong, memastikan produk aman dikonsumsi oleh semua kelompok usia.
Sebanyak 50 potong nugget singkong dibagikan kepada para pengguna posyandu yang hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Mereka juga menerima poster edukasi dan leaflet resep beserta informasi nilai gizi dari nugget singkong yang dibuat oleh Anindita. Satu potong nugget singkong ini hanya mengandung sekitar 66 kilokalori (kkal), tanpa daging, tanpa pengawet, namun tetap kaya karbohidrat, serat, dan protein nabati dari bahan pangan lokal. Salah satu kader posyandu, Ibu Ika mengungkapkan bahwa inovasi ini bisa menjadi ide menarik untuk variasi menu PMT ke depannya.
Program SiKepo tidak hanya menyasar peningkatan asupan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi keluarga. Dengan modal terjangkau dan teknik pengolahan sederhana, nugget singkong dapat diproduksi di rumah untuk dijual dalam skala kecil. Gagasan ini lahir dari hasil pemetaan potensi lokal dan diskusi dengan kader posyandu serta kelompok tani Ngudi Makmur RW 01, yang sebelumnya belum memiliki inovasi PMT dari singkong.
Dengan semangat membumi dan solusi yang aplikatif, SiKepo membuktikan bahwa inovasi tak harus mahal atau rumit. Dari dapur posyandu di RW 01, singkong sederhana bisa menjadi kunci untuk gizi lebih baik dan peluang usaha yang berkelanjutan.
Penulis: Anindita Zhafirah Kurniawati
Mahasiswa KKN-T UDIP 2025 - RW 01 Kelurahan Tambangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):
1.Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.
2.Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T.
