Konten dari Pengguna

Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja

Anindita Elok Pekerti

Anindita Elok Pekerti

Mahasiswi Universitas Pamulang, Prodi S1 Akuntansi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anindita Elok Pekerti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto ini diambil oleh saya sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Foto ini diambil oleh saya sendiri

Bahasa gaul muncul atau ada dari pergaulan di kalangan remaja dan beredar disosial media dan bahasa ini biasanya ada dalam pergaulan di kalangan remaja, bahasa ini adalah bahasa musiman yang sewaktu-waktu akan hilang atau lenyap jika tidak terkenal lagi atau dilupakan di kalangan remaja. Bahasa gaul merupakan bahasa yang menyimpang dari bahasa Indonesia yang baik dan benar, sifatnya nonformal dan tidak konsisten.

Bahasa gaul adalah suatu bentuk cara berkomunikasi antara remaja dengan sesama temannya dalam mengekspresikan sesuatu. Menurut Sarwono (2004), bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya diubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengerti di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa, padahal istilah-istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari.

Contoh bahasa gaul:

  1. Alay, merupakan akronim dari "Anak layangan" atau sering juga diartikan sebagai "anak kampung" atau kampungan.

  2. Cupu, merupakan akronim dari "Culun punya", istilah ini biasanya diartikan untuk menyebut orang-orang yang kutu buku dengan kacamata tebal.

  3. GALAU, merupakan singkatan dari "God Always Listening Always Understanding". Akan tetapi, banyak orang menggunakan istilah ini ketika sedang merasa sedih atau gundah.

Dari contoh bahasa gaul di atas, kata-kata itu sering dipergunakan oleh sekelompok remaja untuk berkomunikasi dengan temannya. Kita semua dapat dengan mudah menemukan bahasa itu disosial media.

Bahasa gaul dapat meningkat seiring waktu yang dipengaruhi oleh sosial media dan lingkungan pergaulan, hal ini menyebabkan makin maraknya bahasa gaul dikalangan remaja.

Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan Remaja:

  1. Adanya bahasa gaul ditandai dengan menjamurnya internet dan situs jaringan sosial yang berdampak signifikan terhadap penggunaan bahasa gaul.

  2. Pengaruh lingkungan. Umumnya para remaja mempelajari atau menerapkan dari percakapan orang-orang dewasa di sekitarnya, baik teman sebaya atau keluarga.

  3. Peran media, antara lain: (1) media elektronik yang menggunakan istilah bahasa gaul dalam film-film khususnya film remaja dan iklan, misal dari adegan percakapan di televisi. (2) media cetak, misalnya bahasa yang ada dalam cerpen atau novel yang merupakan karya sastra remaja yang umumnya menggunakan bahasa gaul.

  4. Dampak dari pembangunan dan perkembangan zaman atau modernisasi, di mana segala hal yang ada dilingkungan kita harus selalu mengikuti yang baru. salah satu dampak dari modernisasi adalah cara bertutur kata (pemakaian bahasa).

Dengan adanya penggunaan bahasa gaul ini memberikan pengaruh dan dampak bagi remaja dan juga terhadap perkembangan bahasa Indonesia.

Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Bahasa Indonesia, sebagai berikut:

  1. Eksistensi bahasa Indonesia terancam terpinggirkan oleh bahasa gaul.

  2. Menurunnya derajat bahasa Indonesia. Karena bahasa gaul sangat mudah digunakan untuk berkomunikasi, maka remaja lebih memilih untuk menggunakan bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga bahasa Indonesia dianggap kuna.

  3. Menyebabkan punahnya bahasa Indonesia. Maraknya penggunaan bahasa gaul ini pertanda bahwa semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dimungkiri bahwa suatu saat bahasa Indonesia bisa hilang, dikarenakan tergeser oleh bahasa gaul.

Dampak Penggunaan Bahasa Gaul bagi Remaja

  • Dampak Positif

Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja lebih kreatif terlepas dari mengganggu atau tidaknya bahasa gaul ini.

  • Dampak Negatif

Penggunaan bahasa gaul dapat mempersulit penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sedangkan di sekolah atau tempat kerja, kita hanya diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa gaul juga dapat mengganggu karena tidak semua orang mengerti atau paham maksud dari kata-kata tersebut. Bahasa gaul dapat mempersulit penggunanya dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam acara formal. Misalnya ketika sedang presentasi di depan kelas.

Dari pemaparan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa makin banyak remaja Indonesia yang menggunakan bahasa gaul, istilah-istilah bahasa dalam komunikasi sehari-harinya adalah bentuk penyimpangan dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia.

Kita boleh menggunakan bahasa gaul, akan tetapi jangan lupa untuk mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena tidak semua orang yang berkomunikasi dengan kita mengerti atau memahami maksud dari kata-kata bahasa gaul. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga dapat membantu kita berkomunikasi di sekolah atau di kantor yang sifatnya formal.

Sumber: https://www.medcom.id/rona/keluarga/dN601gak-selain-anjay-inilah-istilah-yang-populer-di-kalangan-anak-muda#:~:text=Galau%20merupakan%20singkatan%20dari%20God,sedang%20merasa%20sedih%20atau%20gundah.

As’ad, Sungguh. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Dan Pembentukaan Istilah. Jakarta: Bumi Askara.

Baiqjulia. 2014. Karya Ilmiah Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia. (Online, http://baiqjulia.biogspot.com/2014/01/karya-ilmiah-pudarnya-penggunaan-bahasaindonesia_26.html?m=1, Diakses 23 Desember 2018).

Ermanto & Emidar. 2018. Bahasa Indonesia,Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Depok. Kharisma Putra Utama Offset.

Mahsun, 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Kharisma Putra Utama Offset.

Mansyur, Umar. 2016. Bahasa Indonesia dalam Belitan Media Sosial: Dari Cabe-Cabean

Hingga Tafsir Al-Maidah 51. In Prosiding Seminar Nasional & Dialog Kebangsaan dalam Rangka Bulan Bahasa 2016 (pp. 145–155). Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. https://doi.org/10.31227/osf.io/7vpjh.

Mansyur, Umar. 2018. Kiat dan Teknik Penulisan Skripsi bagi Mahasiswa. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/juds7.

Putry. 2014. Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia. (Online, http://putrysosiologi.biogspot.com/2014/06/pudarnya-penggunaan-bahasa-indonesia_26.html?m=1, Diakses 23 Desember 2018).

Samsuri, 1985. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Pranowo, 2009. Kesantunan Berbahasa Tokoh Masyarakat, Ditinjau dari Aspek Pragmatik. Yogyakarta: Sidang Terbuk