Edukasi Anti Bullying oleh KKN-BBK 6 Universitas Airlangga di Mojokerto

Mahasiswi di Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Anindya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senin, 28 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga yang menjalankan pengabdian di Desa Tawar, Kecamatan Gondang, menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema Benteng Remaja. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para remaja terkait dampak negatif dari tindakan perundungan (bullying) serta bahaya pernikahan di usia dini, dengan harapan dapat membentuk generasi muda yang lebih percaya diri dalam menyuarakan pendapat, memahami hak-haknya, dan memiliki kesiapan untuk merencanakan masa depan yang lebih baik dan sehat.
Program edukasi yang ditujukan pada siswi kelas 9 MTs Miftahul Qulub ini mendapat sambutan hangat baik dari pihak guru maupun siswi yang terlibat. Sebanyak tiga kelas putri yang bergabung menunjukkan antusiasme dalam agenda edukasi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam. Benteng Remaja diawali dengan pemaparan pernikahan dini kemudian dilanjut dengan edukasi mengenai bullying atau perundungan. Para siswi memperhatikan dengan seksama penjelasan yang diberikan dan secara aktif merespons pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tidak berhenti sampai disitu, para guru yang ikut menemani dan mengawasi berjalannya kegiatan pun ikut andil dalam membantu dan memastikan keaktifan peserta didiknya ketika diminta untuk menyampaikan apa yang sudah diterima dari pemaparan edukasi.
Adanya edukasi terkait bullying dan pernikahan dini dianggap membuka pemikiran siswi MTs Pondok Pesantren Miftahul Qulub. Salah satu siswi bernama Alia menjelaskan, “pernah denger (pernikahan dini) cuma pengertiannya belum”. Ia juga merasa materi terkait yang telah diberikan juga mudah dipahami. Di sisi lain, edukasi tentang bahaya bullying dan pernikahan dini dinilai penting oleh guru MTs setempat. Bu Firoh, salah satu guru yang mengajar kelas 9, mengatakan bahwa anak-anak sekarang lebih berani menyampaikan perasaan, bahkan kepada orang yang lebih tua. “Di mana-mana, nggak cuma di sini, bahkan di banyak sekolah lain juga pasti pernah ada kasus bullying,” ujar Bu Firoh. Maka dari itu, penting memberi pemahaman agar mereka tahu batasan dalam bersikap. Ia juga menyoroti anak SD yang mulai mengenal pacaran. Hal ini bisa berdampak pada pendidikan dan kesiapan mental. “Pendidikan mengenai pernikahan dini sangatlah penting,” tambahnya.
Dengan diadakannya program kerja edukasi terkait bullying dan pernikahan dini, pihak penyelenggara, yakni para mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga di Desa Tawar berharap agar para siswi serta guru mampu memahami serta mengimplementasikan materi yang telah disampaikan sehingga tujuan edukasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan remaja, dalam hal ini siswi MTs Pondok Pesantren Miftahul Qulub. Seperti yang disampaikan oleh Anindya selaku ketua pelaksana program kerja ‘Benteng Remaja’, “Yang kami lakukan disini memang sesederhana memberi edukasi tentang bully dan pernikahan dini, tetapi melihat antusiasme peserta yang hadir, saya harap edukasi yang kami sampaikan bisa membantu para siswi dan guru untuk lebih berani menyikapi kasus yang terjadi di depan mata.”
