Sensasi & Persepsi: Gerbang Awal Komunikasi dengan Diri Sendiri

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam, guru tk
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Anis Septiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu merasa bahwa dua orang bisa melihat kejadian yang sama, tetapi menafsirkannya dengan cara yang sangat berbeda? Atau mungkin kamu sendiri pernah mengalami momen ketika sesuatu yang tampak jelas bagi orang lain justru terasa membingungkan bagimu?
Jawabannya terletak pada dua proses psikologis yang bekerja tanpa henti di dalam diri kita: sensasi dan persepsi. Keduanya adalah fondasi dari apa yang disebut komunikasi intrapersonal, yakni komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri sebelum kita berbicara kepada orang lain.
Apa Itu Komunikasi Intrapersonal?
Komunikasi intrapersonal adalah proses pengolahan informasi yang terjadi dalam diri setiap individu. Proses ini dimulai dari penerimaan informasi, pengolahannya, penyimpanan, hingga menghasilkan kembali informasi tersebut. Menurut Jalaluddin Rakhmat, komunikasi intrapersonal melewati empat tahap utama: sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.
Dengan kata lain, sebelum kita mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, kita terlebih dahulu harus memahami bagaimana kita berkomunikasi dengan diri sendiri. Dan sensasi serta persepsi adalah pintu masuk utama dari seluruh proses tersebut.
Sensasi: Menangkap Dunia Melalui Indera
Sensasi berasal dari kata sense yang berarti alat pengindraan yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Dalam kamus psikologi, sensasi didefinisikan sebagai pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera atau pancaindera.
Sederhananya, sensasi adalah proses menangkap stimulus dari lingkungan sekitar kita. Ketika alat indera kita mata, telinga, kulit, hidung, dan lidah mengubah informasi dari luar menjadi impuls saraf dengan "bahasa" yang dipahami oleh otak, itulah yang disebut sensasi.
Contoh paling sederhana adalah ketika tangan kita tidak sengaja menyentuh api dan kita merasakan panas, atau ketika tubuh kita menggigil saat hawa dingin. Cahaya yang masuk ke mata, suara yang masuk ke telinga, dan aroma yang masuk ke hidung semuanya adalah sensasi.
Agar sensasi dapat terjadi, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi. Pertama, adanya objek atau kekuatan stimulus yang cukup kuat mengenai indera penerima. Kekuatan minimum yang diperlukan untuk menghasilkan sensasi disebut ambang mutlak (absolute threshold). Kedua, alat indera dan sistem saraf yang baik sebagai penerus impuls ke pusat otak untuk menghasilkan respons.
Persepsi: Memberi Makna pada Sensasi
Jika sensasi adalah proses menangkap informasi mentah, maka persepsi adalah proses memberikan makna pada informasi tersebut. Persepsi didefinisikan sebagai pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.
Hubungan antara sensasi dan persepsi sudah jelas: sensasi adalah bagian dari persepsi. Namun, menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi, tetapi juga atensi (perhatian), ekspektasi (pengharapan), motivasi, dan memori.
Contoh sederhana: ketika kamu mencium wangi bunga melati, kamu mengalami sensasi. Namun, ketika kamu menyadari bahwa wangi tersebut sama dengan parfum yang dipakai sahabatmu, di situlah persepsi bekerja. Sensasi adalah proses kerja indera kita, sedangkan persepsi adalah cara kita memproses data inderawi menjadi informasi yang dapat kita artikan.
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Persepsi bersifat selektif secara fungsional. Artinya, objek-objek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya adalah objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi persepsi:
Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu, dan hal-hal lain yang termasuk faktor personal. Yang menentukan persepsi bukanlah jenis atau bentuk stimuli, melainkan karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli tersebut. Faktor ini disebut juga sebagai kerangka rujukan (frame of reference), yang sangat berguna untuk menganalisis persepsi sosial dalam kegiatan komunikasi.
Faktor perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Faktor eksternal penarik perhatian meliputi gerakan, intensitas stimuli, kebaruan (novelty), dan pengulangan. Adapun faktor internal penarik perhatian mencakup faktor biologis dan faktor sosiopsikologis seperti minat, kebiasaan, dan sikap.
Mengapa Ini Penting dalam Komunikasi?
Memahami sensasi dan persepsi memiliki implikasi besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam komunikasi, kerangka rujukan mempengaruhi cara seseorang memberi makna pada pesan yang diterimanya. Inilah mengapa pesan yang sama bisa ditafsirkan berbeda oleh dua orang yang berbeda karena masing-masing membawa pengalaman, kebutuhan, dan kerangka rujukan yang unik.
Komunikasi intrapersonal menjadi pemicu bagi bentuk komunikasi lainnya. Artinya, kualitas komunikasi kita dengan orang lain sangat bergantung pada bagaimana kita memproses informasi di dalam diri sendiri terlebih dahulu. Jika sensasi dan persepsi kita terdistorsi, maka pesan yang kita sampaikan kepada orang lain pun bisa keliru.
Kesimpulan
Sensasi dan persepsi adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Sensasi adalah pintu masuk informasi dari dunia luar ke dalam sistem saraf kita, sedangkan persepsi adalah cara otak kita mengolah dan memberi arti pada informasi tersebut. Keduanya bekerja sama dalam proses komunikasi intrapersonal yang menjadi fondasi dari seluruh interaksi kita dengan dunia.
Dengan memahami kedua proses ini, kita dapat menjadi komunikator yang lebih sadar diri, lebih mampu mengelola bias persepsi, dan lebih terbuka terhadap perbedaan cara pandang orang lain. Pada akhirnya, komunikasi yang baik dimulai bukan dari berbicara lebih keras, melainkan dari memahami lebih dalam termasuk memahami diri sendiri.
Apa yang kamu lihat belum tentu sama dengan apa yang orang lain lihat. Dan itulah yang membuat komunikasi menjadi seni yang menantang sekaligus indah.
Tugas kelompok, mata kuliah psikologi komunikasi
Disusun oleh:
Anis Septiani
Dika Mega Fauziah
