Konten dari Pengguna

Kenapa ya Terus Saja Dilembagakan?

Anis Suci Fitriyani

Anis Suci Fitriyani

Namaku adalah Anis Suci Fitriyani, seorang gadis kelahiran di Kebumen. Aku adalah mahasiswi Universitas Sebelas Maret dengan program studi Pendidikan Luar Biasa tahun 2020/2021

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anis Suci Fitriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebodohan Kok Dilembagakan?

Sumber : https://www.pngwing.com/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : https://www.pngwing.com/

Kebodohan- kebodohan apa saja sih, yang dilembagakan secara online akhir akhir ini?

Ya, kini berbagai hal sudah banyak diselenggarakan secara online. Perubahan zaman telah banyak memberikan perubahan pada tatanan kehidupan ini. Bahkan berbagai kegiatan dilembagakan secara online. Salah satunya, mampu menghadirkan segala jenis manusia dari segala penjuru. Seperti halnya Webinar yang dilembagakan dapat melakukan pertemuan walaupun Anda di lokasi jauh sekalipun. Webinar sendiri adalah suatu seminar, presentasi, pengajaran ataupun workshop yang dilakukan secara online, dapat diibaratkan pertemuan (meeting) tatap muka secara online yang disampaikan melalui media Internat dan dapat dihadiri oleh banyak orang yang berada dilokasi berbeda-beda.

Namun, pernahkah terpikir oleh kita sebelumnya, seolah Webinar bagaikan simulasi pembodohan yang dilakukan secara perlahan bagi orang-orang awam? Bahkan marak dipraktikkan saat pandemik ini.

Tingkah laku bagai orang berkesibukan di tengah pandemik membuat orang-orang awam menjadi bodoh dan keterlaluan dihina berulang-ulang. Terlebih Webinar yang berserakan dimana-mana tanpa sadar membuatnya sering dihina secara telak berulang-ulang. Tak sopan kusampaikan kepada Anda, tetapi itulah kebodohan yang nyaris kukenal akhir-akhir ini.

Webinar di Indonesia, dimanjakan dengan hal-hal yang semakin membodohkan. Namun, memang benar, tak dapat dipungkiri bahwa Webinar memiliki banyak manfaat dalam memberikan wawasan berbagai hal, tetapi pernahkah kau berpikir bahwa hanya segelintir orang yang mengerti manfaat dari webinar itu sendiri. Sebagian lagi adalah sekelompok orang-orang bodoh yang sedang dihadapkan ilusi kebodohan semata.

Sumber : https://www.pngwing.com/

Apa Anda tahu apa yang dilihat oleh orang-orang bodoh tersebut? Ya, Kemunafikan dan segala pujian yang diberikan oleh orang lain. Mereka hanya berpikir dengan mengikuti Webinar akan membuat derajatnya semakin tinggi. Membuatnya semakin jenius dan semakin berwibawa. Namun kenyataannya, membuat orang-orang bodoh tersebut semakin bodoh. Tujuan bodohnyalah yang semakin memperburuk kualitas sebagian populasi manusia di Indonesia.

Sebuah Webinar yang seolah ramai dan sukses. Kemungkinan dari sebagian mereka yang mengikuti tak tahu apa-apa perihal materi yang disampaikan. Dan para pemateri tak sadar diri, bahwa keramaian itu sebagian hanya diisi oleh orang-orang yang idiot berkesibukan. Apakah, selama ini para penyelenggara juga merasa tak terhina dan muak jika seringkali mengadakan Webinar, yang menghadiri hanyalah orang-orang yang serakah akan pandangan orang lain atau bahkan hanya coba coba?

Namun, para penyelenggara juga tak bisa marah. Tanpa sadar mereka membantu menciptakan masyarakat yang bodoh dan juga idiot. Jadi jujur saja, selama ini sebagian peserta webinar hanya mengikuti alur yang tersedia. Memasuki room meeting, mengikuti, menutup, dan mengharapkan sertifikat yang akan dijadikan koleksi semata. Bukankah itu sudah jelas arti dari kebodohan?. Tak mengerti apapun dan menghiraukan perilakunya. Akankah kebodohan ini akan terus dilembagakan dan lagi akankah terus merayakan kebodohan yang ada di dalamnya?

Termasuk membuat masyarakat terus-menerus bodoh dan idiot. Dan meeting macam itu, benar-benar merendahkan kecerdasan orang Indonesia jika masih menuntut masyarakat untuk mengikuti seragkaian kegiatan yang tak mereka mengerti bahkan tak ingin dimengerti. Seharusnya kita, menyebarluaskan berbagai wawasan yang kita peroleh dengan mengikuti webinar tersebut, bukanlah hanya sebatas mengikuti, mendapatkan sertifikat, sudah beres. Apabila pemikiran tersebut masih tetap dilanjutkan maka hanya akan memunculkan orang-orang bodoh baru.