Memilih Alat Makan Anak: Antara Risiko dan Keamanan

Undergraduate Student of IISIP Jakarta - Part-Time Blogger
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Anisa Febriyanti Susanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memilih alat makan anak tidak cukup hanya berdasarkan desain atau warna yang menarik. Yang paling utama adalah memastikan keamanan bahan pembuatnya. Saat ini, masih banyak produk alat makan anak di pasaran yang menggunakan plastik berkualitas rendah yang berisiko mengandung zat berbahaya seperti Bisphenol A (BPA) serta bahan kimia lain yang tidak aman bagi kesehatan. Bahkan produk dengan label “BPA-Free” pun belum tentu sepenuhnya bebas risiko, karena beberapa masih bisa melepaskan zat kimia berbahaya saat terkena panas.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap BPA dan bahan kimia sejenis dapat menimbulkan efek negatif jangka panjang, seperti gangguan pada perkembangan otak, obesitas, diabetes, gangguan hormon, bahkan peningkatan risiko kanker. Anak-anak yang sistem tubuhnya masih berkembang tentu lebih sensitif terhadap paparan ini. Apalagi jika alat makan digunakan berulang kali, terkena suhu tinggi, atau tidak dicuci dengan benar, potensi kontaminasi pun semakin besar.
Jenis plastik seperti PETE/PET (Polyethylene Terephthalate) dan PS (Polystyrene) masih kerap dijumpai dalam peralatan makan sehari-hari. Padahal, kedua jenis plastik ini sejatinya hanya diperuntukkan bagi penggunaan sekali pakai dan tidak cocok untuk pemakaian jangka panjang, terutama dalam kondisi panas. Tak jarang, produk berbahan ini berbentuk menyerupai gelas minum biasa, sehingga menimbulkan kekeliruan dalam penggunaannya, meskipun telah diberi label “Jangan Digunakan untuk Minum.”
Sebagai langkah pencegahan, banyak orang tua kini mulai memilih material alat makan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah Marcus & Marcus food-grade silicone yang bebas BPA dan phthalate, tahan panas, tidak mudah rusak, serta mudah dibersihkan sehingga aman digunakan dalam jangka panjang. Alternatif lain adalah Padiva kaca borosilikat, yang dikenal mampu menahan panas hingga 400°C, tidak menyerap bau atau warna makanan, serta cocok untuk penyimpanan makanan agar tetap higienis.
Menjaga keamanan alat makan anak bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan bagian dari tanggung jawab orang tua dalam mendukung tumbuh kembang yang sehat. Dengan memilih produk yang terbukti aman dan berkualitas, kita tidak hanya melindungi kesehatan si kecil, tetapi juga ikut mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
