Konten dari Pengguna

Work-Life Integration, Cara Baru Menikmati Hidup dan Pekerjaan

Anisa Nur Andina

Anisa Nur Andina

Anisa Nur Andina, S.E., M.Si Dosen Universitas Amikom Purwokerto yang sangat mencintai Drama China, dorama Jepang, Thai Pop, K-Pop, Thai series, Drama Korea, biasa menyelami Digital Marketing dan Digital Business

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anisa Nur Andina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kerja. Foto: Makistock/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerja. Foto: Makistock/Shutterstock

Mungkin kita sudah terbiasa dengan istilah work-life balance namun tahukah anda bahwa ada satu lagi yang terpenting pada bagian menikmati hidup dan pekerjaan. Work-life integration merupakan pencampuran antara tanggung jawab pribadi dan profesional.

Alih-alih melihat pekerjaan dan waktu pribadi sebagai entitas yang terpisah, para profesional yang sibuk dapat menemukan area mana yang bisa dikompromikan. Ini mungkin terlihat seperti menyelesaikan pekerjaan rumah tangga saat melakukan meeting secara online atau membawa anak ke kantor saat sekolah sedang libur.

Keuntungan terbesar dari work-life integration adalah fleksibilitas. Ketika karyawan dapat mengkoordinasikan jadwal dan tanggung jawab mereka dengan baik, mereka lebih mungkin mengalami kepuasan di semua bidang kehidupan mereka.

Di sisi lain, penelitian telah menunjukkan bahwa ada pelanggaran batas ketika pekerjaan dan kehidupan pribadi saling tercampur yang ternyata dapat menimbulkan konsekuensi negatif.

Ketika integrasi kehidupan kerja tidak seimbang, karyawan mungkin benar-benar mengalami penurunan kepuasan dan produktivitas di kedua bidang tersebut.

Perbedaan Work-Life Balance dengan Work-Life Integration

work-life integration untuk hidup yang lebih baik (dok. pexels.com).

Bila kita melihat antara work-life integration dengan work-life balance adalah cara yang valid untuk mencapai keseimbangan antara tanggung jawab pribadi dan profesional. Perbedaan utama terletak pada bagaimana mereka mencapai keseimbangan tersebut.

Work-life integration berupaya mendekatkan pekerjaan dan kehidupan. Alih-alih menarik garis pemisah antara "waktu kerja" dan "waktu pribadi", para karyawan dapat menangani tanggung jawab mereka pada waktu yang cocok untuk mereka. Karyawan dapat mencari waktu yang cocok untuk diri mereka sendiri, hal inilah yang bisa kita atur dalam kehidupan.

Keseimbangan kehidupan kerja melibatkan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi secara berdampingan, tetapi masing-masing berkembang secara terpisah. Karyawan menjaga batas tegas antara rumah dan kantor, memungkinkan mereka untuk mencurahkan perhatian penuh mereka pada waktu tertentu.

7 Cara Efektif Penerapan Work-Life Integration

Ilustrasi kerja. Foto: Mallika Home Studio/Shutterstock
  1. Sadar diri: Masing-masing dari kita memiliki tujuan yang berbeda untuk kehidupan pribadi dan profesional kita, jadi, tidak ada rencana yang cocok untuk semua. Maka dari itu penerapan work-life integration harus menyesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

  2. Harus fleksibel: Memiliki fleksibilitas di tempat kerja dan jadwal kerja adalah penting. Periksa apakah perusahaan Anda memiliki kebijakan seperti itu. Jika tidak, pastikan untuk menyisihkan waktu untuk bertemu dengan manajer Anda dan membicarakannya. Setelah disetujui, sarankan uji coba untuk hal yang sama dan pastikan pekerjaan tidak terganggu.

  3. Menyempatkan untuk cuti: Manfaatkan waktu cuti untuk mempertahankan produktivitas tinggi dan tentunya sangat penting untuk memiliki pikiran yang segar. Untuk itu penting untuk mengambil cuti secara teratur. Berbagai penelitian menyatakan bahwa mengambil cuti dari pekerjaan untuk perjalanan, untuk mengubah lingkungan Anda, atau sekadar bersantai menghasilkan peningkatan produktivitas yang substansial.

  4. Istirahat sejenak: Pastikan Anda memecahkan kebosanan pekerjaan Anda dengan mengambil waktu sejenak dari pekerjaan. Istirahat seperti itu pasti akan membuat Anda lebih produktif, bahagia, dan fokus, dalam jangka panjang. Anda bisa mencoba berjalan selama beberapa menit pada waktu istirahat untuk merenggangkan otot yang kaku karena terlalu lama duduk menghadap komputer.

  5. Urusan pekerjaan tinggalkan di kantor: Terkadang penting untuk “menggantung sepatu Anda di luar” sebelum memasuki rumah. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah jangan membawa beban pekerjaan Anda ke rumah. Jadikan rumah sebagai tempat beristirahat dan bercengkrama dengan orang terkasih. Bila memungkinkan selesaikan semua pekerjaan Anda terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah.

  6. Amati waktu Anda produktif: Setiap orang bekerja secara berbeda baik itu secara ritme maupun kemampuan. Anda akan melihat bahwa ada jam-jam tertentu dalam sehari ketika Anda paling penuh perhatian dan fokus. Ingatlah jam-jam itu dan selesaikan sebagian besar pekerjaan Anda selama waktu itu. Hal ini akan membantu Anda memanfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya.

  7. Produktivitas adalah tentang prioritas bukan tentang waktu: Mengukur pekerjaan melalui jumlah jam yang dihabiskan, alih-alih produktivitas yang dicapai adalah pendekatan yang salah. Lebih fokus pada nilai yang Anda ciptakan daripada menambah jumlah jam kerja Anda. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari penumpukan pekerjaan.