Hanya Punya Waktu 3-5 Tahun untuk Selamatkan Bumi? Yuk, Jadi Pahlawan Bumi!

Mahasiswa
Tulisan dari Anisah Rizki Yanifajar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah anda, pada Jumat, 15 April 2022 pukul 08.30 WIB, tagar #LetTheEarthBreath trending di Twitter hingga mencapai lebih dari 1,7 juta tweet. Hal ini berkaitan dengan para ilmuwan profesional NASA yang memprotes tentang menghentikan bahan bakar fosil karena dunia sedang dilanda pemanasan global pada 6 April 2022. Apabila tidak segera dilakukan pemberhentian, bumi ini akan berakhir dalam waktu 3-5 tahun. Hal itu ditangkap dalam video yang menyebar di sosial media dan menjadi viral setelah dibagikan jutaan kali. Dalam video tersebut, lmuwan NASA, Peter Kalmus dan ilmuwan lainnya menangis saat menyuarakan peringatan iklim global dan ditangkap di Los Angeles.
Iklim kita sedang rusak dan alam merupakan alat yang dapat kita gunakan untuk memperbaikinya. Lalu, apa saja sih hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menyelamatkan bumi kita? Berikut telah dirangkum hal-hal sederhana yang mudah untuk kita lakukan.
1. Hapus E-mail yang Tidak Penting
Hal sederhana pertama yang dapat kita lakukan untuk membantu menyelamatkan bumi adalah dengan menghapus e-mail yang sudah lama. Tahukah kamu, tumpukan e-mail di gadget kita menjadi salah satu penyebab pemanasan global akibat dari pengaruh emisi karbon. Jika semua orang menghapus 10 e-mail saja, maka dapat mencegah 1.725.000 Gb data dan jika memungkinkan, nonaktifkan e-mail notifikasi dari beberapa aplikasi agar tidak menambah e-mail baru.
2. Hemat Penggunaan Air dan Energi Listrik
Tahukah anda, Sekitar 71% bagian dari bumi kita adalah air. Namun sayangnya, hanya sekitar 3% air tawar saja yang dapat kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu, ayo sadar diri agar tidak boros air yaitu dengan mempersingkat waktu mandi dan mematikan kembali saluran air setelah digunakan. Selain menghemat air, kita juga perlu untuk menghemat penggunaan energi listrik, contohnya kita dapat mencabut kembali kabel barang elektronik seperti kabel charger, TV, laptop, rice cooker, dan lain-lain setelah selesai penggunaan. Lalu, kita juga dapat mengurangi penggunaan lampu saat siang hari atau mematikannya saat tidak perlukan. Hal tersebut selain dapat membantu bumi untuk menghemat energi, tentunya juga membantu mengurangi pengeluaran.
3. Mengurangi Penggunaan Plastik
Tentunya kita sudah tahu bahwa plastik merupakan sesuatu yang susah untuk diurai, mereka perlu waktu sekitar 450 tahun agar dapat terurai. Sudah banyak juga dampak buruk yang dihasilkan dari limbah plastik ini. Oleh karena itu, seharusnya kita mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana yang dapat kita lakukan untuk megurangi penggunaan plastik sekali pakai yaitu menggunakan tottebag sebagai pengganti plastik saat belanja, mengganti penggunaan sedotan plastik dengan sedotan stainless steel, atau dengan mengurangi pembelian minuman atau makanan dengan kemasan plastik.
4. Menanam Lebih Banyak Pohon
Tahukah anda, pohon merupakan solusi iklim alami. Mengapa demikian? Karena pohon mengunci karbon dioksida yang ada di udara dan menguncinya, lalu melepaskanya dalam bentuk oksigen. Pohon memegang peranan penting dalam mengurangi pencemaran udara, bencana alam, dan tentunya pemanasan global. Maka dari itu, kita perlu menanam lebih banyak lagi pohon agar sumber oksigen kita tidak cepat habis dan tentunya untuk membantu meyelamatkan bumi dari pemanasan global. Selain itu, kita juga dapat mengganti penggunaan Google dengan Ecosia, yaitu salah satu alternatif mesin pencarian yang dapat dijuluki sebagai Google “Hijau”. Mereka mengganti profit iklan yang muncul setiap kita mengetikkan sesuatu di kolom search. Profit tersebut mereka gunakan untuk menanam pohon dan menghijaukan hutan.
5. Hindari Pembelian Baju Terlalu Sering
Tidak dapat kita hindari bahwa industri fashion menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah produksi. Coba kita bayangkan, jika setiap bulan setiap orang membeli baju baru, maka pabrik akan memproduksi lebih banyak baju karena banyaknya permintaan pasar, yang secara tidak langsung itu akan menghasilkan limbah industri fashion yang jauh lebih banyak. Padahal banyak juga baju yang kita beli tidak terpakai atau hanya dipakai beberapa kali saja. Lalu, di mana mereka akan dibuang dan bagaimana cara mengolah sampahnya? Oleh karena itu, kita sebaiknya mengurangi pembelian baju yang terlalu sering dengan membeli sesuai kebutuhan saja atau jika mau kita bisa membeli baju di thrift shop sehingga kita mengurangi limbah produksi dari industri fashion.
6. Kurangi Penggunaan Kertas dan Tisu
Tentunya kita sering menggunakan kertas atau tisu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita sering tidak sadar bahwa penggunaan tersebut secara tidak langsung mengurangi populasi pohon yang ada. Karena pohon merupakan penyumbang persediaan kertas dan yang kita gunakan sehari-hari. Maka dari itu, sudah berapa banyak pohon yang telah kita korbankan untuk kertas dan tisu yang kita sia-siakan penggunaannya? Nah, mulai sekarang kita dapat menghemat penggunaan kertas dengan lebih sering memakai E-Book, memaksimalkan penggunaan kertas buram, print bolak-balik, memisahkan sampah kertas dari sampah lainnya untuk diolah, dan mengurangi pembelian hal-hal yang terbuat dari kertas secara berlebihan. Lalu untuk penggunaan tisu, yang dapat kita lakukan yaitu dengan lebih sering menggunakan sapu tangan atau handuk sebagai pengganti tisu.
7. Hindari Membuang Makanan Sisa
Tahukah anda bahwa membuang makanan sisa dapat menghasilkan gas metana. Mengapa demikian? Karena Sampah makanan yang terbuang akan menumpuk dan tertimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lalu, saat makanan mulai membusuk dan terdegradasi, gas metana akan dilepaskan ke lingkungan. Gas metana ini merupakan salah satu gas rumah kaca yang turut berdampak pada pemanasan global.
8. Kurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Semakin lama polusi gas rumah kaca semakin meningkat. Itulah alasan berbagai negara, organisasi, dan aktivis lingkungan banyak melakukan advokasi lingkungan. Selain itu, mereka juga menyosialisasikan berbagai teknik untuk mengurangi emisi gas. Nah, salah satu caranya adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi atau jika jarak tujuan lebih dekat, lebih baik kaki atau menggunakan transportasi. Hal tersebut dapat membantu mengurangi lebih dari setengah emisi gas rumah kaca.
Ayo kita ambil bagian untuk masa depan yang lebih baik. Lalu, jika tidak sekarang, maka bumi akan hancur lebih dulu sebelum kita memulainya. Setidaknya, jika tidak bisa membuatnya lebih baik, maka jangan merusak. Oleh karena itu, ayo lakukan kebaikan untuk kita semua dan tolong jangan anggap sepele masalah ini, karena bumi kita sedang tidak baik-baik saja.
