Konten dari Pengguna

Sadino's Playlist #46: Beluga

Anissa Sadino

Anissa Sadinoverified-green

Provehito in Altum

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anissa Sadino tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sadino's Playlist #46: Beluga
zoom-in-whitePerbesar

I'm not fully recovered. I'm still recovering.

Kayaknya, gue jadi super sensitif, deh, di masa penyembuhan mental ini. Kayaknya, ya. Tapi, gue rasa, gue masih bisa handle, kok. Gue juga enggak mau nunjukkin sesensitif apa gue sekarang ini. Dipendem aja, belagak cool aja.

It was a tough week. Sumpah, deh. I was trying so hard untuk kembali ke 'gue yang sehari-hari'. Gue nahan banget untuk enggak mellow. Sulit banget, rasanya.

Apalagi, ada satu kejadian, nih, yang bener-bener melukai gue banget. Bisa-bisanya, ya. Tapi, ya, enggak apa-apa, sih. Life goes on, dan gue bisa kok ngelewatinnya.

Lucunya, untuk nahan perasaan biar enggak meledak, gue ngeliatin hal-hal yang bikin gue seneng dan gemes. Kayak, ngeliatin video bayi kuda nil berenang, bayi badak minta ditemenin tidur, bayi gajah bersin, Pikachu nangis, Bulbasaur jalan-jalan di sungai, sampe beluga berenang.

Beluga atau paus putih itu one of my favorite sea mammals selain paus pembunuh sama lumba-lumba. Ngeliatin mereka tuh kayak anteng banget, mukanya kayak senyum terus gitu, terus suara mereka juga lucu banget. Makanya mereka disebut sebagai 'canaries of the sea'.

Ini nih, salah satu obat yang paling mujarab. Terutama di menit 1:44 sampe 1:49. Video nge-embed dari SBS TV.

embed from external kumparan

Okay, here's my playlist.

1. Svmmerdose - Independent

embed from external kumparan

When it feels awkward, I always pretend, to look at my shoes, But when I look forward, There you are, flirting with your girls.

I don't care too much, I don't care too much about it, hey, 'Cause baby I got my lovelies back in the club, Don't you think you're the only one for me.

Baby please, you're tryna get in my way, You are only, running through your circle, Baby please, you're tryna get in my way, You know who I am, independent woman.

Whoa, I love the sound of the bass in this song. Nagih banget.

The song is sexy, tho. Vokalnya enak banget, suara gitar sama bass-nya juga. Jadi, secara keseluruhan, lagu ini sexy banget.

Oh, and for your info, ini band-nya Iqbaal Ramadhan. Iya, Iqbaal 'Dilan'. Enggak percaya kan, lo? Dia bassist-nya.

2. Alvin & I - Bersuara

embed from external kumparan

Kita pasti pernah bersuara, Pasti pernah bersandiwara, Pasti pernah bersuara, Dalam emosi.

Gue tahu Alvin & I pas mereka manggung di acara kantor gue, kumparan x ticket.com "Kumpul Pinggir Kolam". Dan gue langsung terpukau sama lagu-lagu mereka.

Gue dengerin deh tuh, lagu-lagu Alvin & I. Bagus-bagus banget, woy. Salah satunya "Bersuara".

"Bersuara" ini simpel banget liriknya. Tapi, aransemennya itu, lho. Indie folk yang menenangkan banget gitu. Dengerin, deh.

3. Alvin & I - Hilang

embed from external kumparan

Tak akan hilang dari sini, Tak akan pergi selamanya, Hanya sementara ku berbaring, Hanya keinginan untuk berlari.

Ku tak bisa, tak bisa pergi, Ku tak bisa, tak bisa pergi.

Ku hanya ingin sendiri, Hanya ada elegi yang menemani, Tak mungkin kuberlari, Tak mungkin kuberhenti, Dari rasa jenuh ini, Dari rasa jenuh ini.

Selain "Bersuara", "Hilang" juga enak banget. Liriknya lebih panjang, dan gue suka banget sama suara gitar akustiknya di lagu ini.

Alvin & I bisa menyampaikan kejenuhan yang dilagukan. Lagunya memang pas banget buat nemenin di kala jenuh, sekaligus ngingetin kalo rasa jenuh datang dan hilang begitu aja, dan kejenuhan itu harus dihadapi.

4. Polka Wars - Mokelé

embed from external kumparan

As the white dreams go static by the winds, While it wipes all the trees and clouds and, All the visions of a muddled memory, Oh, fades beneath all the blurry stills.

As the white dreams go static by the winds, While it wipes all the buildings and grounds and, As the pearly gates closing unforseen, Oh, swallowed up by the hands of time.

And all of the signs lead it in, It's turning the tide into fiends, And all of the signs lead it in, It's turning and turn the tide into fiends.

Oooh, oooh, Oooh, oooh.

Often, see you out there, Mokelé-mbembe, Often, see you out there, Mokelé-mbembe, Often, see you out there, Mokelé-mbembe, Often, see you out there, Mokelé-mbembe, Often, see you out there, Mokelé-mbembe, Often, see you out there, Mokelé-mbembe.

Oh, I love this song. Sebenernya lebih ke aransemennya, sih. Enggak tahu kenapa, aransemen musiknya tuh bikin... Goyang.

Anyway, gue udah kenal lama sama gitaris Polka Wars, Billy. Jujur, pas gue tahu pergerakan Polka Wars pesat banget, gue bangga banget, sih. Soalnya, Billy itu memang udah suka nge-band dari dulu dan akhirnya mimpinya tercapai. Azik.

Intinya, "Mokelé" favorit gue selain "Rangkum". Tapi, gue lebih suka "Mokelé" dibanding lagu-lagu yang lain. Dan inilah cara Polka Wars 'berdakwah'.

Anyway, tahu enggak, Mokelé Mbembe itu apa? Google it.

5. Fujitsu - Hills and Horizons

embed from external kumparan

Back to the lo-fi/triphop session, Fujitsu is my new crush.

Lagu ini Jepang banget, terutama petikan gitarnya. Beat-nya enak, seru, and the whole song is just... Apa ya, lovely?