Konten dari Pengguna

Dari Sampah Jadi Cuan, Bank Sampah Ubah Barang Bekas Jadi Bernilai Ekonomi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anita Nurul Fajriyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai jenis sampah bernilai ekonomi dikumpulkan di Bank Sampah Unit (BSU) Berlian RW 04, Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat. Sampah seperti botol plastik, tutup botol, dan material lainnya dipilah sebelum ditimbang dan dicatat sebagai tabungan warga.
zoom-in-whitePerbesar
Berbagai jenis sampah bernilai ekonomi dikumpulkan di Bank Sampah Unit (BSU) Berlian RW 04, Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat. Sampah seperti botol plastik, tutup botol, dan material lainnya dipilah sebelum ditimbang dan dicatat sebagai tabungan warga.

Bekasi, Jawa Barat — Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai barang buangan ternyata masih memiliki nilai ekonomi. Melalui Bank Sampah Unit (BSU) Berlian di RW 04, Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat, berbagai jenis sampah seperti besi, tutup galon, tutup botol, kardus, kaleng, duplex, botol plastik, galon, hingga minyak jelantah dikumpulkan dan dipilah untuk kemudian dijual.

Setiap jenis sampah memiliki harga jual yang berbeda. Karena itu, pemilahan menjadi tahap penting dalam proses pengelolaan sampah di bank sampah.

Prosesnya dimulai dari warga yang mengumpulkan dan memilah sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual. Sampah tersebut kemudian dibawa ke BSU Berlian untuk ditimbang.

Setelah ditimbang, hasilnya dicatat sebagai tabungan warga. Dengan mekanisme tersebut, sampah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai barang yang harus dibuang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Besi, kardus, kaleng, botol plastik, tutup botol, tutup galon, galon, duplex, hingga minyak jelantah memiliki nilai jual masing-masing.

Perbedaan jenis material membuat harga jual setiap sampah tidak sama. Sampah yang telah dipilah juga lebih mudah untuk dikelola dan disalurkan kepada pihak yang membeli atau memanfaatkannya kembali.

Keberadaan bank sampah tidak hanya menjadi tempat pengumpulan barang bekas. Sistem tersebut juga mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah sekaligus mengenali bahwa sebagian sampah masih memiliki nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga tidak sekadar membuang sampah, tetapi juga memisahkan material yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.

Pada akhirnya, sampah yang terkumpul di BSU Berlian menunjukkan bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat ketika dikelola dengan tepat. Dari sampah rumah tangga, warga dapat mengubah barang bekas menjadi tabungan sekaligus membantu mengurangi sampah yang berakhir sebagai limbah.